Abdellah Ouazane menguatkan statusnya sebagai salah satu pemain muda yang patut diperhatikan setelah mencetak gol saat Ajax Amsterdam menang 2-1 atas sc Heerenveen. Penampilan pemain berusia 17 tahun itu mendapat pujian khusus dari mantan kiper Tim Krul.
Krul, yang kini menjadi analis Ziggo Sport, menyebut Ouazane sebagai “berlian” dari akademi Ajax. Penilaian itu muncul ketika Ajax menjaga momentum positif di tengah perjuangannya pada jalur Conference League.
“Menurut saya, dia benar-benar berlian. Semoga kita masih akan melihat banyak momen indah darinya. Benar-benar berlian,” kata Krul.
Ajax memetik kemenangan tipis tersebut di Johan Cruijff ArenA pada Minggu (16/8/2026). Tuan rumah unggul lebih dahulu, kemudian mempertahankan keunggulan satu gol sampai pertandingan berakhir.
Ouazane Menambah Keunggulan Ajax
Ajax langsung menekan sejak awal laga dan memperoleh gol pada menit ketujuh melalui gol bunuh diri Bernt Klaverboer. Ouazane lalu memperbesar keunggulan tuan rumah pada menit ke-33.
Heerenveen sempat memberi tekanan sebelum jeda setelah Jacob Trenskow mencetak gol dari kesalahan operan Marc-Andre ter Stegen. Namun, skor 2-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
| Menit | Peristiwa | Tim |
|---|---|---|
| 7 | Gol bunuh diri Bernt Klaverboer | Ajax |
| 33 | Gol Abdellah Ouazane | Ajax |
| Penghujung babak pertama | Gol Jacob Trenskow | Heerenveen |
Ajax tidak menambah gol pada babak kedua, tetapi tetap mampu mengendalikan permainan untuk melindungi keunggulannya. Heerenveen berusaha mencari gol penyama kedudukan, namun tidak berhasil menembus pertahanan tuan rumah.
Pelatih Ajax melakukan perubahan di lini depan pada menit ke-65 dengan memasukkan Marcos Leonardo dan Julian Brandt. Keduanya menggantikan Kasper Dolberg serta Oscar Gloukh, sementara Jorthy Mokio masuk menggantikan Davy Klaassen.
Aaron Bouwman juga menerima kartu kuning setelah pelanggaran tidak sengaja mengenai kepala Dylan Vente. Intensitas serangan Ajax sempat menurun, tetapi hasil akhir tetap berpihak kepada tim tuan rumah.
Krul Menyoroti Keberanian Pemain Muda
Menurut Krul, kemunculan pemain muda dengan kualitas seperti Ouazane merupakan bagian dari identitas Ajax. Ia menilai kemampuan pemain muda itu membawa bola menjadi salah satu daya tarik yang dicari penonton di stadion.
“Ini tetap Ajax: sekali dalam beberapa waktu, selalu muncul anak seperti itu. Dan saya rasa dia benar-benar anak seperti itu lagi. Saya pikir klub-klub besar pasti melihatnya, karena dia benar-benar enak ditonton. Suporter datang ke stadion untuk itu,” ujar Krul.
Krul juga menyampaikan catatan terhadap keputusan Ouazane di sepertiga akhir lapangan. Ia menilai sang pemain mampu melakukan dribel dalam jarak jauh, tetapi masih perlu menjaga visi permainan ketika mendekati pertahanan lawan.
“Anak itu beberapa kali berlari tujuh puluh atau delapan puluh meter dengan bola. Lalu pada momen terakhir, mungkin dia harus sedikit menjaga visi permainan, karena setelah itu dia benar-benar masuk ke dalam kekacauan. Tapi itulah yang saya suka dari anak-anak muda seperti itu,” tutur Krul.
Momentum Setelah Lolos Play-off
Kemenangan atas Heerenveen hadir setelah Ajax lebih dahulu mengamankan tiket ke babak play-off kualifikasi ketiga Conference League. Ajax bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Shelbourne FC, hasil yang cukup untuk melaju berkat kemenangan 3-1 pada leg pertama.
Ouazane turut tampil dalam pertandingan melawan Shelbourne dan masuk pada menit ke-57 menggantikan Julian Brandt. Laga itu menjadi penampilan resmi kelimanya bersama tim senior Ajax.
Perhatian terhadap Ouazane datang ketika Ajax juga mengalami perubahan pada komposisi pemainnya. Klub baru melepas Brian Brobbey ke Sunderland pada hari terakhir bursa transfer dengan nilai 20 juta euro yang dapat meningkat hingga 25 juta euro.






