Setelah Gempa M 6,4 di Simalungun, Pasokan BBM dan LPG Tetap Mengalir

Pasokan BBM dan LPG untuk masyarakat di Sumatera Utara dipastikan tetap berjalan setelah gempa bumi magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan fasilitas operasional dan jalur distribusi tidak terdampak berdasarkan pemantauan awal pascagempa.

Kepastian tersebut menjadi perhatian bagi warga yang mengandalkan energi harian untuk kebutuhan transportasi, rumah tangga, dan kegiatan usaha. Pertamina menyebut penyaluran energi kepada masyarakat tetap berlangsung dengan baik sambil pemeriksaan fasilitas terus dilakukan.

Distribusi Tetap Beroperasi

Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 17.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyatakan pusat gempa berada di darat, di wilayah Simalungun.

Guncangan dilaporkan terasa cukup besar di wilayah tersebut. Namun, kondisi itu tidak memicu gangguan pada sarana penyaluran energi yang berada dalam operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pemantauan langsung dilakukan terhadap seluruh titik penting dalam rantai distribusi. Pemeriksaan mencakup fasilitas penyimpanan, penyaluran di tingkat ritel, hingga jalur distribusi yang menopang pasokan energi di Sumatera Utara.

Sarana yang DipantauHasil Pemantauan Awal
Terminal BBM dan terminal LPGTidak terdampak gempa
SPBU dan SPBETidak terdampak gempa
Jalur distribusiTetap berjalan normal

Pemeriksaan di Titik-Titik Kritis

Pemantauan mencakup terminal BBM, terminal LPG, SPBU, SPBE, serta jalur distribusi. Seluruh sarana tersebut menjadi bagian penting agar penyaluran BBM dan LPG tetap menjangkau masyarakat setelah terjadi guncangan.

Fahrougi menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan segera setelah gempa berpusat di Kabupaten Simalungun. “Paska gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Simalungun, kami terus melakukan monitoring terhadap seluruh sarana dan fasilitas operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut,” kata Fahrougi pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurut dia, hasil pemantauan hingga saat itu tidak menemukan dampak pada fasilitas utama maupun akses distribusi. “Hingga saat ini, tidak terdapat sarana dan fasilitas yang terdampak, baik terminal, SPBU, SPBE maupun jalur distribusi,” ujarnya.

Status fasilitas yang tidak terdampak memungkinkan kegiatan operasional tetap dilanjutkan. Kondisi ini juga menjadi dasar bagi Pertamina untuk menjaga layanan energi tanpa penghentian distribusi setelah gempa.

Pengawasan Berlanjut Pascagempa

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tetap menjalankan pemeriksaan berkala dan pengawasan intensif di lapangan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keandalan aspek keselamatan kerja selama situasi pascagempa dipantau.

Fahrougi menegaskan perusahaan memprioritaskan kelancaran operasional agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani. “Kami memastikan operasional dan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Fahrougi.

Koordinasi dengan instansi terkait juga akan terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan kondisi di Simalungun. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan langkah itu diperlukan agar distribusi BBM dan LPG di wilayah Sumatera Utara tetap lancar.

Baca Juga