
Firasat Arum Muncul Sebelum Alvaro Ditemukan Tewas
koranindonesia.id – Nenek Alvaro Kiano, Sayem, menyampaikan bahwa Arum Indah mengaku memiliki firasat buruk sebelum kabar duka muncul. Arum bercerita kepada keluarganya bahwa ia bermimpi Alvaro hanyut terseret banjir. Arum mengaku mimpi itu muncul tidak lama sebelum Alvaro meninggal dunia.
Sayem mengatakan bahwa Arum merasa sangat gelisah setelah mimpi tersebut. Arum kemudian mencoba menjaga jarak dari Alex yang menjadi ayah tiri Alvaro. Arum menilai Alex sebagai sosok yang mencurigakan sejak awal.
“Baca Juga: 22 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza“
Sayem menjelaskan bahwa Arum sudah berhenti berkomunikasi dengan Alex sejak lama. Arum menyampaikan hal itu kepada suaminya, Tugimin. Arum berkata kepada Tugimin bahwa ia merasa firasat itu sangat kuat. Ia mengatakan bahwa mimpinya membuatnya yakin ada sesuatu yang tidak beres.
Menurut Sayem, Tugimin tidak langsung percaya pada firasat Arum. Tugimin meminta Arum tetap berpikir positif dan menilai mimpi itu sebagai kekhawatiran biasa. Namun Arum tetap merasa ada ancaman yang berhubungan dengan Alex.
Arum memaparkan bahwa rumah dalam mimpinya terlihat banjir. Namun hanya Alvaro yang hanyut dalam mimpi tersebut. Arum merasa hal itu sangat janggal dan menganggapnya sebagai tanda bahaya.
Sayem menyampaikan bahwa Arum semakin yakin mimpinya memiliki arti buruk. Arum kemudian memutuskan menghindari Alex secara penuh. Ia tidak ingin berbicara lagi dengan Alex. Ia juga meminta cerai karena tidak ingin hidup bersama Alex.
Sayem menambahkan bahwa keinginan Arum untuk bercerai menimbulkan ketegangan dengan Alex. Arum meminta Alex mengurus perceraian. Namun Alex menolak keinginan tersebut. Alex bahkan berkata bahwa Arum harus mengurus perceraian sendiri.
Arum menolak permintaan Alex dan tetap meminta Alex menyelesaikan proses itu. Arum tidak ingin mempertahankan hubungan yang membuatnya tidak nyaman.
Sayem menyampaikan dugaan keluarga terkait dugaan penculikan Alvaro. Keluarga menilai Alex mungkin memiliki motif tertentu jika ia terbukti sebagai pelaku. Family menduga Alex ingin memaksa Arum kembali kepadanya.
Keluarga menilai tindakan itu mungkin muncul karena dendam atau rasa tidak terima. Keluarga menduga Alex ingin membuat Arum pulang dengan menggunakan Alvaro sebagai alasan.
Sayem mengatakan bahwa Arum tetap menolak keinginan rekonsiliasi. Arum ingin hidup tenang tanpa Alex. Ia tidak ingin kembali kepada Alex meski ada tekanan emosional.
Sayem menegaskan bahwa keluarga masih menunggu proses hukum berjalan. Keluarga berharap polisi menemukan bukti lengkap terkait dugaan penculikan. Fams juga berharap kasus ini segera jelas agar mereka bisa tenang.
Keluarga berharap keadilan muncul untuk Alvaro. Mereka ingin kasus ini mengungkap motif yang sebenarnya. Keluarga juga ingin memastikan pelaku menerima hukuman yang sesuai.
“Baca Juga: Gibran Tegaskan Dampak MBG bagi Ekonomi di Forum G20“