News

Eksekusi Silfester Matutina Tertunda, Kejagung Sebut karena Covid

koranindonesia.id – Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengungkap alasan eksekusi Silfester Matutina belum dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa saat vonis dijatuhkan, Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.
Pada waktu itu, Anang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan.

Silfester dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara karena kasus dugaan fitnah terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Namun, eksekusi tertunda karena beberapa kendala yang dihadapi aparat penegak hukum.

“Baca Juga: WNI Terseret Kasus Penyelundupan dan Skandal Perwira Malaysia“

Kendala yang Menghambat Eksekusi

Anang menjelaskan bahwa saat putusan telah berkekuatan hukum tetap, keberadaan Silfester sempat tidak diketahui.
“Kita sudah lakukan, sudah inkrah. Saat itu tidak sempat dieksekusi karena sempat hilang, kemudian keburu Covid,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat pandemi melanda, prioritas lembaga hukum berbeda.
“Jangankan memasukkan orang, yang di dalam saja harus dikeluarkan,” kata Anang pada Kamis (14/8/2025).

Rencana Peninjauan Kembali

Terpidana Silfester Matutina berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya.
Proses PK dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2025 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kejari Jakarta Selatan juga sudah menerima pemberitahuan resmi dari pihak pengadilan terkait agenda ini.

Anang menegaskan bahwa kewenangan eksekusi sepenuhnya berada di tangan Kejari Jakarta Selatan.
Ia memastikan pihaknya akan mengikuti perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus yang Menjerat Silfester

Kasus ini berawal pada 2017 ketika keluarga JK melaporkan Silfester ke Bareskrim Mabes Polri.
Laporan tersebut terkait dugaan fitnah yang ia sampaikan dalam pernyataannya di ruang publik.

Silfester menuding bahwa kemiskinan masyarakat Indonesia terjadi akibat korupsi yang dilakukan keluarga JK.
Selain itu, ia juga menuduh JK mengintervensi Pilkada Jakarta 2017.

Putusan Pengadilan

Pengadilan memproses perkara ini hingga tingkat kasasi.
Berdasarkan putusan kasasi nomor 287/K/Pid/2019, Silfester dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara.
Vonis tersebut sudah berkekuatan hukum tetap dan menegaskan kesalahan terdakwa sesuai dakwaan jaksa.

Meski vonis sudah inkrah, eksekusi belum dilakukan karena hambatan teknis dan kondisi pandemi.
Kini, proses PK yang akan dijalani Silfester berpotensi menentukan langkah hukum berikutnya.

Kesimpulan: Eksekusi Silfester Matutina Tertunda

Kasus Silfester Matutina menunjukkan bagaimana faktor di luar proses hukum, seperti pandemi, dapat memengaruhi pelaksanaan putusan pengadilan.
Dengan rencana PK yang sudah dijadwalkan, kelanjutan eksekusi akan bergantung pada hasil persidangan.
Kejari Jakarta Selatan akan memegang peran penting dalam menentukan eksekusi setelah proses hukum tuntas.

“Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Kejanggalan Kuota dan Layanan Haji 2024“

aatoto aatoto aatoto Mposakti Link Alternatif aatoto AATOTO aatoto login aatoto Ligajawara gates of olympus Situs Resmi Aatoto Telegram Aatoto Aatoto Link Alternatif AAtoto Official aatoto aatoto aatoto login situs slot gacor toto 4d gacor SLOTGACOR ligajawara168 digital SLOTTHAILAND LIGAJAWARA168 SLOTTHAILAND SLOTTHAILAND ligajawara168 ligajawara168 motoslot LIGAJAWARA168 ligajawara168 ligajawara168 AATOTO judi bola online Jurnal Berita Pendidikan Stmik time Medan aatoto Slot Hoki Ligajawara168 SV388 Sabung Ayam AAtoto SV388 Sabung Ayam Slot777 Gacor judi bola sbobet Judi Bola Judi Bola Slot Gacor mposakti Situs Slot Gacor SV388 SBOBET slotthailand Slot 777 Judi Bola Judi Bola Online mposakti Pasti Bayar CAS55 Judi Bola CAS55 MPOSAKTI mposakti aatoto MPOSAKTI MPOSAKTI MPOSAKTI Berita Daerah Izin Daerah aatoto Pumpernickels German Restaurant Mposakti Aatoto Motoslot Motoslot Mposakti Aatoto Mposakti mposakti mposakti mposakti Ligajawara168 https://www.ligajawara168.org stitpayakumbuh Mahjong Ways Mahjong Ways Mahjong Ways RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO CASINO RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay Prediksi Mix Parlay RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE