
Duh, Perempuan Indonesia Jadi Simpanan Perwira Militer Malaysia
koranindonesia.id – WNI Terseret Kasus Penyelundupan dan Skandal: Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia atau MACC menangkap seorang perempuan asal Indonesia.
Penangkapan ini terjadi dalam penggerebekan sindikat penyelundupan narkoba di Lembah Klang, Rabu, 13 Agustus 2025.
Perempuan itu diduga menjadi wanita simpanan seorang perwira militer Malaysia.
“Baca Juga: Gelombang Panas 44°C Picu Kebakaran Hutan di Eropa Selatan“
Penggerebekan berlangsung pukul 06.30 waktu setempat.
Petugas intelijen dan Satgas Antikorupsi Malaysia telah memantau sindikat ini dalam waktu lama.
Operasi Sohor menargetkan jaringan yang diduga dikendalikan perwira senior Angkatan Bersenjata Malaysia.
The Star melaporkan bahwa lima perwira senior militer dan lima warga sipil ditangkap.
Mereka berusia antara 30 hingga 55 tahun.
Salah satunya adalah perempuan Indonesia tanpa dokumen perjalanan resmi.
Sumber di MACC meyakini perempuan ini memiliki hubungan khusus dengan perwira yang tengah diselidiki.
Wakil Kepala Komisioner MACC, Datuk Seri Ahmad Khusairi Yahaya, mengonfirmasi operasi tersebut.
Ia menyebut kasus ini diselidiki berdasarkan Pasal 16 (a)(B) Undang-Undang MACC 2009.
Ahmad Khusairi menegaskan bahwa meskipun banyak lembaga sudah mengawasi, penyelundupan tetap terjadi.
Sumber MACC mengungkapkan bahwa beberapa perwira dan pensiunan militer justru terlibat dalam sindikat.
Mereka sebelumnya bertugas mengawasi jalur perbatasan dan mencegah penyelundupan.
Namun, selama lima tahun terakhir, mereka diduga bekerja sama dengan kelompok penyelundup.
Investigasi awal menunjukkan para tersangka membocorkan informasi operasional militer.
Informasi ini digunakan untuk melancarkan kegiatan penyelundupan barang terlarang.
Barang-barang yang diselundupkan meliputi narkoba, rokok, dan berbagai produk ilegal dari negara tetangga.
Sumber menyebut nilai penyelundupan mencapai RM5 juta atau sekitar Rp19 miliar per bulan.
Para tersangka diduga menerima suap antara RM30.000 dan RM50.000 setiap kali perjalanan penyelundupan.
Nominal tersebut menjadi insentif besar bagi para pelaku untuk terus beroperasi.
Penggerebekan ini merupakan kelanjutan operasi pengawasan selama setahun.
Petugas menyita uang tunai lebih dari RM63.000 dari lokasi.
Mereka juga menemukan beberapa paket narkoba, alat timbang, minuman beralkohol, dan replika senjata api.
Barang-barang ini diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penyelundupan.
MACC memastikan penyelidikan akan terus berjalan untuk membongkar jaringan ini.
Fokus utama adalah mengungkap semua pihak yang terlibat, termasuk oknum militer dan warga sipil.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa korupsi dapat melemahkan pengawasan perbatasan.
“Baca Juga: BNN Sita 63 Kg Ganja dari Atap Gedung PKM UIN Suska Riau“