
Diplomasi Prabowo Angkat Posisi Indonesia di Dunia
koranindonesia.id – Salah satu pencapaian penting dalam diplomasi Indonesia adalah bergabungnya Indonesia dengan kelompok ekonomi global BRICS. Menurut Fathur, langkah ini menunjukkan kemampuan Indonesia memperluas jaringan kerja sama tanpa meninggalkan prinsip nonblok.
“Masuknya Indonesia ke dalam BRICS membuktikan bahwa kita mampu memperluas jejaring kekuatan ekonomi dunia tanpa kehilangan identitas bangsa,” jelasnya.
Dengan langkah ini, Indonesia mampu memperkuat posisi tawar dalam forum ekonomi internasional. Selain itu, keanggotaan BRICS membuka peluang investasi baru dan memperluas pasar bagi produk nasional.
“Baca Juga: Tornado Terjang Paris Utara, Satu Korban Tewas dan Sepuluh Terluka“
Selain memperkuat hubungan dengan kekuatan baru seperti BRICS, Indonesia juga menjaga relasi yang stabil dengan Amerika Serikat. Pemerintah terus menjalin komunikasi strategis untuk melindungi kepentingan nasional.
Menurut Fathur, diplomasi yang dijalankan Indonesia bersifat terbuka namun tetap cermat. Ia menyebut pemerintah mampu menggunakan diplomasi tingkat tinggi untuk menjembatani kepentingan perdagangan dan menurunkan tarif ekspor-impor.
“Indonesia berhasil menggunakan diplomasi yang cerdas untuk menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, terutama dalam pengurangan tarif perdagangan,” ujar Fathur.
Langkah ini menunjukkan kemampuan negosiasi yang kuat dan menegaskan kemandirian Indonesia dalam setiap keputusan diplomatik.
Fathur juga menyoroti pentingnya diplomasi maritim dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Ia menilai bahwa Presiden Prabowo berhasil menghidupkan kembali visi poros maritim dunia melalui langkah konkret di bidang diplomasi dan pertahanan laut.
“Presiden sudah membentuk arus aksi nyata dalam diplomasi kelautan. Indonesia kini cukup kuat untuk menjadi tolok ukur geopolitik di kawasan Indo-Pasifik,” katanya.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang strategis di Asia Tenggara. Selain itu, kebijakan ini juga meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.
Fathur menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan arah diplomasi yang berdaulat. Menurutnya, kebijakan luar negeri yang kuat akan memperkuat national branding Indonesia di mata dunia.
“Indonesia harus mempertahankan arah diplomasi yang berdaulat agar menjadi bangsa yang dihormati di panggung global,” tegasnya.
Dengan langkah yang terarah dan konsisten, diplomasi Indonesia di era Prabowo-Gibran terus menunjukkan perubahan nyata menuju negara yang berpengaruh, berdaulat, dan disegani di dunia internasional.
“Baca Juga: Sekolah Rakyat dan MBG Jadi Program Favorit Publik“