Dari Naik Pohon Cari Sinyal ke Pantau Harga Panen, Dampak Internet BAKTI

Warga di sejumlah wilayah 3T sebelumnya harus berjalan berkilo-kilometer, bahkan naik pohon, untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi. Kini, jaringan internet membantu petani di Parigi Moutong memantau harga komoditas sebelum menjual hasil panen.

Perubahan itu memperlihatkan dampak konektivitas yang melampaui kebutuhan komunikasi dasar. Akses internet mulai memengaruhi posisi tawar petani, kegiatan sekolah, layanan kesehatan, hingga pemasaran usaha kecil di desa.

Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masyarakat pegunungan dapat mengakses informasi dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Parigi Moutong Khairuddin menyebut bantuan jaringan memungkinkan keterbukaan informasi tersebut.

Bagi petani, informasi harga menjadi bekal penting sebelum melakukan transaksi dengan tengkulak. Kepala Desa Baina Barat Yuslan menyatakan warga kini dapat membandingkan harga pasar dengan data yang tersedia melalui jaringan.

Informasi Harga Membuka Pilihan bagi Petani

Sebelum akses internet menjangkau wilayah pegunungan, petani memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi pasar secara langsung. Kondisi itu membuat proses penjualan hasil komoditas lebih bergantung pada informasi yang tersedia di sekitar mereka.

Koneksi yang tersedia memberi petani kesempatan untuk mengetahui harga sebelum bertemu pembeli. Data tersebut memperkuat posisi mereka dalam mempertimbangkan transaksi, tanpa menjamin harga atau hasil penjualan tertentu.

Pelaku UMKM di Baina Barat juga mulai memanfaatkan jaringan untuk memperkenalkan produk makanan. Mereka dapat memotret produk, mengunggahnya ke media sosial, kemudian menyampaikan informasi penjualan kepada calon pembeli.

Jaringan Menopang Layanan yang Sebelumnya Terhambat

Manfaat Internet BAKTI juga dirasakan oleh aparatur desa, tenaga pendidik, dan petugas fasilitas kesehatan. Sebelum jaringan tersedia, pengiriman laporan administrasi, data sekolah, serta komunikasi layanan kesehatan kerap terkendala jauhnya akses sinyal.

Kepala Dinas Kominfo Flores Timur Silvester Suban Toa Kabelen mengatakan masyarakat, guru, dan petugas fasilitas kesehatan pernah harus berjalan jauh untuk mengirim laporan. Ia juga menggambarkan kondisi ketika warga naik pohon karena sinyal tidak tersedia di permukaan tanah.

WilayahInfrastruktur atau AksesPemanfaatan
Flores Timur6 BTS dan sekitar 262 titik akses internetKantor pemerintah, desa, sekolah, dan pusat kesehatan
Parigi MoutongJaringan bagi masyarakat pegununganAkses informasi wilayah dan harga komoditas

Di Flores Timur, BAKTI membangun enam Base Transceiver Station atau BTS serta memfasilitasi sekitar 262 titik akses internet. Infrastruktur Digital 3T tersebut ditempatkan untuk mendukung gedung pemerintahan, kantor desa, sekolah, dan pusat kesehatan.

Kehadiran jaringan mengurangi ketergantungan layanan publik pada lokasi tertentu yang memiliki sinyal. Puskesmas dan pustu termasuk fasilitas yang sebelumnya terdampak oleh sulitnya akses telekomunikasi di sejumlah daerah.

Kapasitas Menjadi Tantangan Berikutnya bagi Sekolah

Di SMAN 1 Titehena, jaringan telah digunakan untuk administrasi sekolah dan evaluasi pembelajaran berbasis digital. Kepala sekolah Konradus Kudarto menyampaikan bahwa pemanfaatan jaringan masih membutuhkan pembenahan agar dapat berlangsung maksimal.

Kebutuhan kapasitas terlihat ketika asesmen serentak dilakukan. Sekitar 450 siswa bersama 50 guru dan pengawas mengakses jaringan pada saat yang sama, sehingga bandwidth menjadi perhatian.

Situasi itu menunjukkan bahwa ketersediaan sinyal merupakan langkah awal dalam proses Digitalisasi Sekolah. Kualitas layanan dan kapasitas koneksi akan menentukan kelancaran kegiatan internet yang digunakan banyak orang secara bersamaan.

Teknologi.bisnis.com melaporkan pembangunan jaringan ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan wilayah 3T melalui akses komunikasi. Bagi warga, dampaknya hadir dalam bentuk yang langsung terasa, dari memeriksa harga panen hingga mengirim data layanan publik.

Baca Juga