Calvin Dores merilis single Sampai Kapankah pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Lagu ini mengangkat kegelisahan seseorang yang tetap bertahan dalam hubungan, tetapi tidak kunjung memperoleh kepastian.
Perilisan tersebut menempatkan tema penantian sebagai inti cerita, di antara harapan yang masih tersisa dan keraguan yang semakin kuat. Cinta yang awalnya menjadi alasan untuk bertahan dapat berubah menjadi luka ketika jawaban tak juga datang.
Single Sampai Kapankah telah tersedia di seluruh platform musik melalui Dua Suara Media. Video musiknya juga dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Calvin Dores dan Dua Suara Media.
Penantian yang Berubah Menjadi Pertanyaan
Lagu tersebut menggambarkan situasi emosional yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Penantian tidak hanya berkaitan dengan kepastian dalam sebuah hubungan, tetapi juga dapat berupa harapan agar seseorang berubah atau keberanian untuk melepaskan.
Calvin menyampaikan bahwa fase menunggu bisa hadir dalam beragam bentuk kehidupan. “Saya percaya setiap orang pernah berada di fase menunggu. Menunggu kepastian, menunggu seseorang berubah, atau bahkan menunggu keberanian untuk melepaskan,” ujar Calvin dalam keterangannya.
Menurutnya, inti lagu ini terletak pada hati yang masih menyimpan harapan ketika waktu belum memberikan jawaban. Perasaan tersebut menjadi alasan seseorang terus bertahan, meski ketidakpastian dapat makin membebani.
Pilihan tema itu membuat Sampai Kapankah tidak sekadar berbicara mengenai hubungan romantis. Lagu ini juga menyoroti pergulatan batin saat seseorang perlu menentukan apakah akan tetap menunggu atau mulai meninggalkan keadaan yang tidak pasti.
Membangun Identitas Lewat Karya Sendiri
Dalam single ini, Calvin Dores mengambil peran sebagai penyanyi sekaligus komposer. Ia memandang kekuatan lagu bukan hanya terletak pada melodi, melainkan juga pada kejujuran lirik dalam menyampaikan perasaan.
Calvin merupakan putra mendiang pencipta lagu Deddy Dores dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan musik. Namun, ia menegaskan keinginannya untuk membangun identitas melalui lagu yang ditulis dan dibawakannya sendiri.
“Saya menjadikan karya lagu sebagai identitas, bukan sekadar nama besar keluarga. Walaupun almarhum Ayah selalu menjadi inspirasi yang luar biasa dalam bermusik dan berkarya,” kata Calvin.
Pernyataan itu menunjukkan posisi Deddy Dores sebagai sumber inspirasi dalam perjalanan musiknya. Di saat yang sama, Calvin berupaya menghadirkan suara dan sudut pandang personal melalui karya-karya yang ia bangun sendiri.
Arti Momen Kemerdekaan
President Director Dua Suara Media, Sandy Monteiro, menilai lagu Calvin berpeluang menjangkau pendengar di Indonesia serta negara tetangga, termasuk Malaysia, Brunei, dan Singapura. Ia melihat karya tersebut dapat mengingatkan pendengar pada lagu-lagu populer ciptaan Deddy Dores, terutama bagi generasi masa kini.
Pemerhati musik Indonesia Bois Famous Maker memandang waktu perilisan pada momen HUT Kemerdekaan Indonesia memiliki makna tersendiri. Menurutnya, momen rilis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sebuah lagu dalam menemukan pendengarnya.
Bois juga melihat pesan tentang keinginan untuk melepaskan diri dari belenggu kehidupan dalam sosok Calvin dan single barunya. Pandangan itu selaras dengan cerita lagu mengenai upaya keluar dari ketidakpastian emosional.
Seperti diberitakan detikcom, Calvin menyambut peluncuran single tersebut dengan optimisme. Ia berharap perilisan bersama Dua Suara Media dapat menjadi berkah dan membawa perubahan yang lebih baik dalam hidupnya.
“Bismillah, Insyaallah single yang diluncurkan Dua Suara Media ini menjadi berkah. Lagu terbaru saya ini adalah bagian dari doa saya sepanjang hari selama ini,” pungkas Calvin Dores.






