Penolakan BTS untuk mengajukan karya ke Grammy Awards 2027 mendorong Recording Academy meninjau kembali kategori Best Asian Pop Music Performance. Sikap grup beranggotakan tujuh orang tersebut memperbesar perdebatan tentang cara penghargaan musik global memberi representasi kepada musisi Asia.
Evaluasi ini belum menghasilkan keputusan final mengenai nasib kategori tersebut. Recording Academy masih mempertimbangkan apakah kategori itu akan dihapus, diubah, atau tetap dipertahankan dengan format yang berbeda.
Masalahnya Bukan Sekadar Tambahan Kategori
Best Asian Pop Music Performance semula disiapkan sebagai ruang pengakuan bagi musik pop dari pasar Asia. Namun, sejumlah artis menilai pemisahan berdasarkan wilayah atau bahasa dapat menjadi pengelompokan baru bagi musisi yang sudah menjangkau pasar internasional.
BTS menyampaikan penolakan terhadap proses pengajuan nominasi pada 29 Juli 2026. Posisi mereka menekankan bahwa karya musik seharusnya dinilai berdasarkan kualitas, bukan asal wilayah maupun bahasa yang digunakan.
Perdebatan tersebut menyoroti dua tujuan yang tidak selalu mudah dipertemukan. Grammy ingin memperluas pengakuan terhadap pasar Asia, tetapi format kategori regional berpotensi dipandang membatasi posisi musisi Asia di panggung global.
| Waktu | Peristiwa | Arti Penting |
|---|---|---|
| Juni 2026 | Recording Academy mengumumkan lima kategori baru | Mencakup kategori terkait K-pop, J-pop, dan C-pop |
| 29 Juli 2026 | BTS menolak mengajukan karya | Menolak pemisahan penilaian menurut wilayah atau bahasa |
| 14 Agustus 2026 | Harvey Mason Jr. menanggapi kritik | Evaluasi kategori menjadi perhatian akademi |
Lima Kategori Baru Memunculkan Kritik
Kontroversi muncul setelah Recording Academy mengumumkan lima kategori baru untuk Grammy 2027 pada Juni 2026. Pengumuman itu juga mencakup kategori yang berkaitan dengan K-pop, J-pop, dan C-pop.
Penambahan kategori tersebut terjadi ketika jumlah kategori Grammy telah melampaui 100. Karena itu, akademi menilai setiap kategori baru perlu menjawab perubahan ekosistem musik global secara relevan dan adil.
CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., pada 14 Agustus 2026 mengakui adanya kritik dari sejumlah artis. Menurutnya, masukan tersebut menjadi perhatian serius bagi lembaga itu dalam menjaga relevansi Grammy di komunitas musik internasional.
Pembahasan yang berjalan tidak hanya menyasar satu kategori Asian Pop. Evaluasi itu juga menyentuh cara Recording Academy menyusun kategori penghargaan pada masa mendatang.
Dialog dengan Industri Musik Asia
Media Indonesia melaporkan Recording Academy mulai membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan industri musik Asia. Dialog itu dilaporkan melibatkan musisi, label, serta perwakilan HYBE untuk membicarakan arah kategori tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pembahasan tidak berhenti pada respons terhadap penolakan BTS. Akademi perlu mencari bentuk pengakuan yang lebih luas tanpa menciptakan marginalisasi baru bagi musisi dari Asia.
Rolling Stone melaporkan Recording Academy sedang mencari keseimbangan antara sistem kategori yang adil dan pengakuan yang lebih luas. Tantangan tersebut menjadi penting menjelang Grammy Awards 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027.
Keputusan akhir masih akan menentukan apakah kategori Best Asian Pop Music Performance dapat menjawab kebutuhan representasi yang diharapkan. Langkah BTS kini memperluas diskusi tentang standar inklusivitas di industri musik internasional.






