Biaya API Lebih Murah, Gemini 3.7 Flash Catat Lompatan Besar di Benchmark Coding

Google menawarkan Gemini 3.7 Flash dengan tarif API 50% lebih rendah hingga akhir 2026. Biaya input selama promo menjadi US$0,75 per satu juta token, sedangkan output dipatok US$3,75 per satu juta token.

Potongan harga itu muncul ketika Gemini 3.7 Flash membawa peningkatan kemampuan coding dibandingkan pendahulunya. Kombinasi biaya yang lebih rendah dan kinerja teknis yang naik memberi ruang pengujian lebih luas bagi pengembang serta perusahaan.

Biaya Akan Naik Mulai 2027

Promo berlaku hingga 31 Desember 2026, sebelum tarif kembali ke skema normal pada 1 Januari 2027. Setelah periode tersebut, biaya input dan output akan naik dua kali lipat.

KomponenHarga PromoHarga Normal
InputUS$0,75 per 1 juta tokenUS$1,50 per 1 juta token
OutputUS$3,75 per 1 juta tokenUS$7,50 per 1 juta token

Dengan ketentuan ini, beban biaya penggunaan dapat berbeda cukup besar bagi layanan yang memproses banyak masukan dan keluaran. Masa promo dapat dimanfaatkan untuk menilai kecocokan model pada otomasi, aplikasi, maupun pekerjaan analisis teknis.

Akses Gemini 3.7 Flash tersedia melalui Google AI Studio, Android Studio, Google Antigravity, dan Gemini Enterprise Agent Platform. Pengguna Google AI Pro atau Ultra di 160 negara juga disebut dapat menjajalnya melalui Gemini Chat serta Spark.

Dirancang Menangani Beban Kerja Besar

Gemini 3.7 Flash membawa jendela konteks hingga satu juta token dan kemampuan menghasilkan keluaran sampai 64.000 token. Ruang konteks tersebut dapat digunakan untuk menangani dokumen panjang, PDF kompleks, laporan, riwayat percakapan, dan kode aplikasi berukuran besar.

Model ini menerima masukan multimodal berupa teks, gambar, audio, video, hingga file teknis. Kemampuan itu memungkinkan satu sistem menangani jenis bahan kerja yang lebih beragam dalam satu alur.

Jika instruksi pengguna dianggap belum jelas, model dapat meminta penjelasan tambahan sebelum menjalankan tugas. Mekanisme tersebut relevan untuk agen AI karena kesalahan memahami perintah awal dapat memengaruhi keputusan pada tahap berikutnya.

Google menggunakan arsitektur sparse Mixture-of-Experts atau MoE pada model ini. Sistem tersebut dirancang untuk mengaktifkan parameter yang sesuai dengan tugas, sehingga penggunaan komputasi dapat lebih efisien tanpa mengorbankan kemampuan teknis.

Peningkatan Terlihat pada Sejumlah Pengujian

Gemini 3.7 Flash dirilis hanya tiga pekan setelah Gemini 3.6 Flash. Google menempatkannya sebagai model untuk pekerjaan rutin yang membutuhkan respons cepat dan efisiensi sumber daya.

Pada FrontierCode 1.1 Main, Gemini 3.7 Flash memperoleh skor 43,6%, naik dari 34,4% pada Gemini 3.6 Flash. Skor tersebut juga berada di atas Claude Sonnet 5 dengan 42,7% dan GPT-5.6 Terra yang mencatat 41,3%, berdasarkan data yang dicantumkan gadget.viva.co.id.

BenchmarkGemini 3.6 FlashGemini 3.7 FlashCatatan
FrontierCode 1.1 Main34,4%43,6%Di atas dua pembanding yang dicantumkan
DeepSWE v1.149%65,3%Kenaikan 16,3 poin persentase
WebDev Arena1.588 Elo

Pada DeepSWE v1.1, nilainya meningkat dari 49% menjadi 65,3%. Gemini 3.7 Flash juga meraih 1.588 Elo dalam WebDev Arena.

Peningkatan ini diarahkan untuk pekerjaan seperti debugging otomatis, penyusunan struktur proyek, dan pembuatan aplikasi web dari instruksi ringkas. Model tersebut juga ditujukan untuk membaca dokumentasi teknis lalu menerapkannya ke kode yang dapat digunakan.

Ritme rilis yang berdekatan memperlihatkan persaingan ketat pada pasar AI coding yang menuntut efisiensi sekaligus kemampuan teknis. Setelah promo berakhir, pengembang perlu memperhitungkan kenaikan tarif API Google ke harga normal yang telah ditetapkan.

Baca Juga