Operasi HVAC di rumah sakit, bandara, hotel, dan data center menuntut sistem yang stabil sekaligus hemat energi. Schneider Electric membawa Altivar HVAC ATH600 ke Indonesia untuk mengatur kecepatan motor sesuai kebutuhan beban pada fasilitas tersebut.
Pengaturan ini penting karena motor tidak harus selalu bekerja pada kapasitas penuh ketika kebutuhan pendinginan atau ventilasi berkurang. ATH600 dirancang untuk membantu pengelola fasilitas menghindari konsumsi energi berlebih pada peralatan yang terhubung.
Integrasi untuk Pengawasan Energi
Altivar HVAC ATH600 memiliki konektivitas bawaan yang memungkinkan integrasi dengan EcoStruxure Building Operation. Integrasi tersebut membuka pemantauan sistem melalui platform manajemen gedung yang digunakan pengelola fasilitas.
Perangkat ini juga dapat terhubung dengan Power Monitoring Expert. Fungsinya mencakup pemantauan daya dan energi, diagnosis, serta penanganan gangguan pada sistem yang dipantau.
Selain konektivitas, ATH600 dibekali fungsi pemantauan daya untuk mengoptimalkan operasi motor berdasarkan kondisi beban. Kemampuan ini dapat membantu tim operasional mengetahui kebutuhan energi pada sistem HVAC yang terhubung.
Aspek keamanan turut diperhatikan seiring makin banyaknya perangkat HVAC yang terhubung ke sistem digital gedung. ATH600 telah memiliki sertifikasi keamanan siber IEC 62443-4-2 Security Level 1.
Motor Menjadi Titik Penting Penghematan
Sistem yang berbasis motor listrik disebut menyerap sekitar 53% konsumsi listrik global. Di bangunan, konsumsi dari sistem tersebut mencapai sekitar 36%, terutama melalui pompa, kipas, dan kompresor HVAC.
Data itu menempatkan pengaturan motor sebagai salah satu titik yang relevan dalam pengelolaan energi gedung. Saat beban lebih rendah, kecepatan motor dapat disesuaikan agar pengoperasian tidak berlebihan.
ATH600 merupakan perangkat variable speed drive atau VSD yang mengatur kerja motor mengikuti kebutuhan operasional. Produk ini menyasar bangunan komersial dan fasilitas dengan kebutuhan operasi yang andal sepanjang waktu.
| Aspek | Detail ATH600 |
|---|---|
| Rentang daya | 0,75 kW hingga 250 kW |
| Opsi pemasangan | Di dalam panel atau langsung di dinding |
| Aplikasi | Chiller, AHU, heat pump, rooftop unit, ventilasi, ekstraksi asap |
| Keamanan siber | IEC 62443-4-2 Security Level 1 |
Jangkauan Aplikasi dan Rancangan Perangkat
Menurut inet.detik.com, ATH600 tersedia pada rentang daya 0,75 kW hingga 250 kW. Perangkat berdesain ringkas ini dapat dipasang di dalam panel atau langsung pada dinding.
Aplikasinya meliputi chiller, air handling unit atau AHU, heat pump, rooftop unit, ventilasi, hingga sistem ekstraksi asap. Lini tersebut juga memiliki varian ATH630 untuk motor 11 kW pada aplikasi normal duty dengan proteksi IP20 bagi pemasangan di panel kontrol.
Schneider Electric menyertakan fungsi keselamatan dan perlindungan untuk membantu identifikasi potensi gangguan lebih awal. Fitur tersebut ditujukan untuk mendukung keandalan operasional sekaligus melindungi aset pada fasilitas penting.
Perangkat ini mendukung refrigeran generasi baru dengan nilai Global Warming Potential atau GWP yang lebih rendah. Dari sisi kemasan, lebih dari 70% kardus yang digunakan berasal dari material daur ulang tanpa plastik sekali pakai.
Tonny Hendro Kusumo, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia, menilai penerapan teknologi yang tepat pada HVAC berperan bagi keandalan dan keselamatan operasi bangunan. “Sejalan dengan semangat Advancing Energy Tech, kami terus menghadirkan teknologi yang membantu pelanggan mengelola energi secara lebih efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
ATH600 ditujukan untuk produsen mesin, integrator sistem, panel builder, serta pengelola fasilitas. Pengguna di segmen tersebut dapat memanfaatkannya untuk membangun sistem HVAC yang lebih efisien, aman, dan terhubung.






