Desain tipis dan bobot 201 gram menjadi alasan penting di balik perhatian terhadap Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan. Format layar lipat yang memberi bidang pandang lebih luas juga mulai mendorong sebagian pengguna iPhone untuk mempertimbangkan pilihan lain.
Perubahan itu muncul di pasar yang selama ini menjadi salah satu basis pengguna iPhone paling kuat di kalangan muda. Khusus perempuan Korea Selatan berusia 20-an, sekitar 67% disebut menggunakan iPhone.
Galaxy Z Fold 8 dirancang Samsung dengan inspirasi bentuk paspor. Perangkat tetap ditujukan nyaman saat dilipat, tetapi menawarkan layar lebih luas ketika dibuka.
Konsep ponsel berasio 4:3 yang dapat dilipat seperti dompet atau paspor bukan gagasan baru bagi Samsung. Perusahaan itu telah memperlihatkan ide tersebut pada CES 2013, sebelum teknologi memungkinkan bodi lipat yang lebih ramping dan ringan diwujudkan 13 tahun kemudian.
Kesan Visual Mendahului Pertimbangan Spesifikasi
Pengamatan terhadap 20 perempuan berusia remaja hingga 30-an di Samsung Store Hongdae menunjukkan desain menjadi faktor pertama yang menarik perhatian. Sejumlah kesan yang muncul antara lain “cute”, “tipis”, “cantik”, dan “menarik”.
Performa serta spesifikasi perangkat disebut baru menjadi pertimbangan setelah penilaian terhadap bentuk dan tampilannya. Pola ini membantu menjelaskan mengapa perangkat lipat Samsung dapat menjangkau kelompok konsumen yang biasanya mengikuti tren desain dan pengalaman penggunaan harian.
Jeong Da-um, pengguna berusia 26 tahun, meninggalkan iPhone 17 Pro setelah melihat langsung Galaxy Z Fold 8. Dalam video pembukaan kotak produk di Instagram, ia mengatakan, “Saya langsung jatuh cinta ketika melihatnya secara langsung karena sangat cantik.”
Jeong Seo-hee yang berusia 22 tahun semula ingin berpindah ke iPhone. Setelah mencoba Fold 8, ia mengubah rencana karena perangkat tersebut terasa ringan dan hasil fotonya dinilai memiliki estetika yang bagus.
Penjualan Memperlihatkan Minat dari Kelompok Muda
Ketertarikan terhadap Galaxy Z Fold 8 tercermin dalam angka pemesanan awal di Korea Selatan yang mencapai 1,44 juta unit. Penjualan global perangkat itu juga dilaporkan telah melampaui 5 juta unit.
| Indikator | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Pemesanan awal Korea Selatan | 1,44 juta unit | Galaxy Z Fold 8 |
| Penjualan global | Lebih dari 5 juta unit | Penjualan yang dilaporkan |
| Pelanggan muda | 50% | Remaja hingga usia 30-an |
| Pembelian perempuan muda | Lebih dari 2 kali lipat | Dibandingkan generasi sebelumnya |
Menurut data Samsung.com yang dikutip Korea JoongAng Daily, 50% pelanggan pemesanan awal berasal dari kelompok remaja hingga usia 30-an. Pembelian oleh perempuan pada kelompok usia muda meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sejumlah unggahan media sosial turut memperlihatkan pergeseran persepsi di antara sebagian pengguna muda. Ada yang menyebut iPhone terasa seperti “HP bapak-bapak sekarang”, sementara pengguna lain mengaku mengucapkan selamat tinggal setelah 10 tahun menjadi penggemar Apple.
Meski demikian, data dan unggahan tersebut tidak menunjukkan seluruh pengguna iPhone meninggalkan Apple. Yang terlihat adalah bertambahnya ruang bagi ponsel lipat di pasar premium, terutama ketika desain menjadi unsur penentu bagi konsumen muda.
Minat Meluas hingga Jepang
Ketertarikan pada Fold 8 juga dilaporkan terlihat di Jepang, salah satu pasar kuat Apple. Menurut inet.detik.com, sejumlah varian perangkat sempat habis setelah penjualan dimulai pada 7 Agustus 2026.
Reservasi untuk mencoba perangkat itu di toko utama Samsung di Harajuku, Tokyo, juga disebut penuh. Kondisi tersebut menandakan bahwa minat terhadap ponsel lipat tidak hanya tumbuh di Korea Selatan.
Apple disebut tengah menyiapkan iPhone dengan layar lipat. Jika perangkat tersebut hadir, persaingan untuk menarik pengguna yang menginginkan layar besar dalam perangkat ringkas diperkirakan akan memasuki fase baru.






