Sepatu yang baru dipakai tidak sebaiknya langsung dimasukkan ke lemari atau kotak tertutup. Kelembapan yang masih tertahan di bagian dalam dapat memicu bau tidak sedap dan meningkatkan risiko tumbuhnya jamur.
Kebiasaan menyimpan sepatu dalam kondisi lembap juga dapat mempersingkat umur pakainya. Material dapat rusak perlahan, warna memudar, dan bentuk alas kaki berubah apabila penyimpanannya tidak diperhatikan.
Berikan Waktu Sepatu untuk Kering
Setiap pasang sepatu perlu diberi waktu istirahat setelah digunakan, terutama bila dipakai dalam kondisi berkeringat atau terkena air hujan. Rotasi pemakaian membantu material mengering sebelum sepatu kembali digunakan.
Sepatu yang basah akibat hujan sebaiknya dikeringkan secara alami di ruangan dengan sirkulasi udara baik. Cara ini membantu kelembapan keluar bertahap tanpa memberi tekanan panas berlebih pada bahan.
Pengering rambut dan paparan matahari langsung perlu dihindari saat mengeringkan sepatu. Panas yang terlalu kuat dapat membuat sejumlah material mengeras, retak, atau mengalami perubahan warna.
Bagian sol juga perlu mendapat perhatian sebelum sepatu disimpan. Sol sering membawa air, lumpur, serta kotoran dari luar ruangan yang dapat menempel lebih lama bila tidak segera dibersihkan.
Rak Longgar Membantu Menjaga Bentuk
Penyimpanan sepatu bukan sekadar soal membuat rak terlihat rapi. Menumpuk beberapa pasang di sudut sempit dapat menekan bagian ujung dan sol, khususnya pada sepatu berbahan lentur.
Rak dengan ruang yang cukup untuk setiap pasang memudahkan pemilik mengambil dan memeriksa kondisinya. Penataan yang tidak terlalu padat juga memungkinkan sepatu tersimpan tanpa saling menindih.
Pasangan yang sering digunakan dapat ditempatkan di area yang mudah dijangkau. Sementara itu, sepatu untuk acara tertentu atau yang jarang dipakai lebih baik disimpan di tempat yang terlindung dari debu dan cahaya.
Untuk menjaga struktur, penyangga sepatu atau shoe tree dapat dipasang ketika alas kaki tidak digunakan. Pada boots, bagian batang perlu ditopang agar tidak terlipat, sedangkan gulungan kertas atau potongan busa dapat menjadi pilihan sederhana.
Perawatan Disesuaikan dengan Material
Perawatan sepatu perlu disesuaikan dengan jenis bahannya agar langkah pembersihan tidak justru merusak permukaan. Sepatu kulit dan suede, misalnya, sebaiknya dijauhkan dari panas serta sinar matahari langsung selama disimpan.
Bila lemari tertutup tidak tersedia, kantong pelindung berbahan kain dapat membantu mengurangi debu dan paparan cahaya. Perlindungan ini relevan terutama untuk pasangan yang tidak digunakan setiap hari.
Pada sepatu kulit, permukaan dapat dibersihkan menggunakan kain lembap sebelum diberikan leather conditioner atau krim khusus secara berkala. Shoe polish membantu mempertahankan warna dan kilau, sedangkan mink oil dapat menjaga kelembapan bahan agar tidak cepat kering atau retak.
Suede memerlukan penanganan lebih lembut karena teksturnya mudah menangkap debu dan kotoran. Sikat khusus suede dengan gerakan perlahan dapat digunakan untuk menjaga serat pada permukaannya.
Sepatu kain maupun kanvas juga perlu dibersihkan rutin agar noda tidak menumpuk dan warna tidak cepat terlihat kusam. Metode pembersihan serta penyimpanan sepatu yang sesuai bahan menjadi bagian penting untuk menjaga kondisinya.
Pemeriksaan Rutin Perlu Dilakukan
Liputan6.com menyarankan pemeriksaan berkala agar tanda kerusakan atau jamur pada sepatu dapat ditemukan lebih awal. Sepatu yang bersih, kering, dan disimpan pada rak yang tidak penuh akan lebih mudah dirawat serta siap digunakan saat dibutuhkan.






