
AS Imbau Kapal Berbendera Amerika Jauhi Perairan Iran
koranindonesia.id – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan pedoman baru bagi kapal berbendera AS.
Pedoman ini berlaku untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Pemerintah AS meminta kapal menjauhi perairan teritorial Iran.
Imbauan ini bertujuan mengurangi risiko insiden di jalur pelayaran strategis tersebut.
Administrasi Maritim AS merilis pedoman tersebut pada hari Senin.
“Baca Juga: Kejagung Ungkap 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO“
Pedoman tersebut juga memuat larangan tegas bagi kapten kapal.
Kapal berbendera AS tidak boleh memberi izin kepada pasukan Iran untuk naik.
Larangan ini berlaku dalam kondisi apa pun.
Namun, pedoman juga mengatur sikap awak kapal.
Jika pasukan Iran menaiki kapal, awak tidak boleh melakukan perlawanan fisik.
AS menekankan pentingnya menahan diri demi keselamatan.
Pedoman tersebut menjelaskan bahwa sikap pasif bukan bentuk persetujuan.
AS menegaskan awak kapal tidak mengakui tindakan pihak yang menaiki kapal.
Isi pedoman ini dikutip oleh Al Jazeera pada Selasa.
Administrasi Maritim AS memberi rekomendasi tambahan.
Kapal dagang AS diminta tetap sejauh mungkin dari laut teritorial Iran.
Rekomendasi ini berlaku selama tidak mengganggu keselamatan navigasi.
AS ingin mengurangi potensi kontak langsung di laut.
Wilayah Selat Hormuz selama ini rawan gesekan militer.
Karena itu, AS mendorong jalur pelayaran yang lebih aman.
Pedoman juga mengatur arah pelayaran spesifik.
Kapal yang bergerak ke arah timur disarankan mendekati laut teritorial Oman.
AS menilai jalur tersebut relatif lebih aman.
Saran ini bertujuan menjaga jarak dari wilayah sensitif.
Selain itu, AS ingin meminimalkan risiko salah paham di laut.
Keamanan awak dan kapal tetap menjadi prioritas utama.
Rekomendasi ini muncul setelah pertemuan AS dan Iran di Oman.
Kedua negara menggelar pertemuan tersebut pada hari Jumat.
Namun, pertemuan itu belum meredakan ketegangan sepenuhnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, retorika kedua negara semakin tajam.
Ancaman dan pernyataan keras terus bermunculan dari kedua pihak.
Situasi ini membawa AS dan Iran ke ambang konflik terbuka.
Selat Hormuz memiliki peran penting bagi perdagangan global.
Setiap eskalasi di wilayah ini berdampak luas.
Karena itu, AS memilih langkah pencegahan melalui pedoman maritim.
“Baca Juga: Hakim MK Desak Bukti Tersangka dari Roy Suryo Cs“