Satu jenis pangsit dapat menyimpan kaldu panas di dalam kulitnya, sementara jenis lain hadir sebagai pastry segitiga yang renyah dan kaya rempah. Perbedaan itu menunjukkan luasnya ragam olahan adonan berisi yang berkembang di berbagai negara.
Xiaolongbao dari China dan samosa dari India menjadi dua contoh kontras paling jelas dalam daftar ini. Yang satu dikukus hingga lembut dengan kuah di dalam isian, sedangkan yang lain digoreng untuk menghasilkan lapisan luar yang garing.
Pangsit dapat dibuat dengan kulit tepung terigu, adonan pasta, hingga tepung beras. Isiannya juga beragam, mulai dari daging cincang, ikan, sayuran, makanan laut, sampai keju.
Teknik memasaknya tidak terbatas pada pengukusan atau perebusan. Ada yang dipanggang bersama sedikit air di wajan, digoreng, maupun disajikan sebagai pelengkap sup.
| Hidangan | Asal | Ciri Utama |
|---|---|---|
| Gyoza | Jepang | Kulit tipis dengan bagian bawah renyah |
| Ravioli | Italia | Pasta berisi dari dua lembar adonan |
| Mandu | Korea | Dapat dikukus, digoreng, direbus, atau disajikan dalam sup |
| Choipan | Indonesia | Kulit tepung beras yang tipis dan agak transparan |
| Xiaolongbao | China | Pangsit kukus dengan kaldu di dalam isian |
| Samosa | India | Pastry segitiga yang digoreng renyah |
| Siomay | Indonesia | Umumnya berbahan ikan dan disajikan dengan saus kacang |
1. Gyoza dari Jepang
Gyoza memakai kulit tepung terigu yang relatif tipis dengan isian daging cincang dan sayuran. Hidangan ini sering dimasak dengan metode panggang-kukus, sehingga bagian bawahnya keemasan dan renyah, sementara bagian atas matang oleh uap.
2. Ravioli dari Italia
Ravioli merupakan pasta berisi yang dibuat dari dua lembar adonan tepung dan telur dengan isian di bagian tengah. Keju, sayuran, atau daging berbumbu dapat digunakan, lalu ravioli dipadukan dengan saus sederhana seperti mentega dan sage atau saus tomat.
3. Mandu dari Korea
Mandu umumnya berisi perpaduan daging dan sayuran yang menghasilkan rasa gurih serta tekstur cukup padat. Fleksibilitas penyajian menjadi cirinya karena mandu dapat dikukus, digoreng, direbus, atau dimasukkan ke dalam sup.
4. Choipan dari Indonesia
Choipan khas Kalimantan Barat, terutama Singkawang dan Pontianak, menggunakan kulit tipis agak transparan dari tepung beras. Isian bengkuang atau kucai yang gurih biasanya dilengkapi bawang putih goreng serta saus bercita rasa pedas dan asam.
5. Xiaolongbao dari China
Xiaolongbao dimasak dalam kukusan bambu hingga kulitnya lembut dan kaldu di dalam isiannya mencair. Hidangan ini perlu disantap dengan hati-hati karena kuah panas dapat tumpah atau membakar mulut.
6. Samosa dari India
Samosa berbentuk segitiga dengan kulit pastry yang membungkus isian gurih, termasuk kentang dan sayuran. Penggunaan beragam rempah menghasilkan rasa aromatik, hangat, kuat, dan kadang menghadirkan sensasi pedas.
7. Siomay dari Indonesia
Siomay Indonesia berkembang dari kuliner China, khususnya shaomai, dengan adonan yang dapat memakai ikan tenggiri serta tepung tapioka atau sagu. Setelah dikukus, sajian ini lazim disandingkan dengan saus kacang, tahu, kentang, kol, pare, dan telur.
Liputan6.com merangkum bahwa identitas setiap hidangan ditentukan oleh bahan kulit, jenis isian, cara memasak, serta pelengkapnya. Kesamaan berupa adonan berisi tidak membuat gyoza, ravioli, mandu, choipan, xiaolongbao, samosa, dan siomay memiliki rasa maupun tekstur yang serupa.






