USB-C Primebook 2 Max Tak Bisa untuk Monitor, Ini Kompromi Laptop Android 15,6 Inci

Primebook 2 Max membawa pilihan konektivitas yang cukup lengkap, tetapi ada batas penting bagi pengguna monitor tambahan. Port USB-C pada laptop ini tidak mendukung DisplayPort, sehingga layar eksternal tidak dapat dihubungkan dengan kabel USB-C standar.

Keterbatasan tersebut perlu menjadi perhatian bagi pengguna yang biasa bekerja dengan dua layar atau memindahkan berkas melalui fitur berbagi nirkabel bawaan. Primebook 2 Max juga tidak menyediakan Quick Share, meski masih menawarkan sejumlah port fisik untuk perangkat pendukung.

Port tersedia untuk kebutuhan dasar

Laptop ini memiliki tiga port USB Type-A, jack audio 3,5 mm, slot microSD, serta satu USB-C untuk data dan OTG. Satu port USB-C lain disediakan khusus untuk pengisian daya, sementara konektivitas nirkabel mencakup Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 5.1.

Slot microSD memberi pilihan ekspansi bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan tambahan. Penyimpanan internal 256GB UFS 2.2 pada perangkat ini dapat diperluas hingga 1TB melalui kartu microSD.

BagianDetailCatatan
USB Type-A3 portUntuk perangkat pendukung
USB-C dataData dan OTGTidak mendukung DisplayPort
Penyimpanan256GB UFS 2.2Ekspansi microSD hingga 1TB
Koneksi nirkabelWi-Fi dual-band dan Bluetooth 5.1Untuk koneksi sehari-hari

Di balik kompromi konektivitas itu, Primebook 2 Max menawarkan format laptop layar besar yang diarahkan untuk kegiatan harian. Layar IPS 15,6 inci Full HD dan keyboard berukuran penuh menjadi dua elemen yang paling menonjol untuk mengetik, membaca, serta menikmati konten kasual.

Layar matte lebih sesuai untuk ruang dalam

Panel layar menggunakan lapisan matte anti-glare yang membantu mengurangi pantulan cahaya. Karakter ini mendukung penggunaan untuk dokumen dan video di dalam ruangan, terutama bagi pengguna yang tidak menginginkan layar terlalu reflektif.

Cakupan warna panel berada pada 45 persen NTSC dengan tingkat kecerahan maksimal 250 nits. Fitur Super Brightness tersedia, tetapi penggunaan di luar ruangan tetap berpotensi kurang nyaman saat cahaya sekitar cukup kuat.

Keyboard chiclet yang digunakan sudah memiliki numpad, lampu latar, dan karakter pengetikan senyap. Konfigurasi ini memberi nilai praktis bagi pelajar atau pengguna yang sering mengerjakan dokumen dan memasukkan angka.

Area trackpad cukup luas dengan permukaan yang nyaman untuk navigasi. Namun, respons pointer disebut sedikit lambat sehingga presisi klik terkadang terasa tidak langsung mengikuti gerakan jari.

Mengandalkan Android dengan antarmuka desktop

Alih-alih memakai Windows, Primebook 2 Max menjalankan PrimeOS 3.0 yang berbasis Android 15. Sistem tersebut didesain menyerupai desktop dan membawa alat AI terintegrasi, termasuk tombol fungsi keyboard yang ditata untuk pengoperasiannya.

MediaTek Helio G99 menjadi prosesor perangkat ini, didampingi RAM 8GB LPDDR4X. Kombinasi tersebut ditujukan untuk komputasi dasar serta penggunaan aplikasi Android dalam aktivitas harian.

Menurut Gizmochina, perangkat ini dapat menjalankan beberapa tab peramban, dokumen, dan musik secara bersamaan tanpa gangguan berarti. Kinerja mulai menurun ketika jumlah tab berat melampaui sekitar sepuluh atau ketika banyak aplikasi Android membutuhkan sumber daya di latar belakang.

Pada kondisi tersebut, animasi dapat terasa kurang mulus dan perpindahan antaraplikasi memerlukan waktu lebih lama. Artinya, kemampuan multitasking Primebook 2 Max masih berada pada tingkat ringan, bukan untuk alur kerja yang kompleks.

Rancangan ringkas dengan webcam berpenutup

Chassis plastik laptop ini memiliki ketebalan 20 mm dan bobot 1,61 kg, sehingga masih relatif mudah dibawa dalam tas. Finis Chill Grey matte menampilkan kesan sederhana, walau pengguna perlu memperhatikan potensi goresan pada permukaan bodi.

Engsel dapat dibuka hingga 180 derajat dan terdapat takikan untuk memudahkan membuka penutup layar dengan dua tangan. Primebook 2 Max juga menyediakan webcam 1440p yang dilengkapi penutup privasi fisik.

GPS serta giroskop memberi dukungan tambahan bagi aplikasi seluler yang memerlukan kedua komponen tersebut. Dengan keunggulan layar besar dan keyboard lengkap, perangkat ini lebih sesuai bagi pengguna ekosistem Android yang membutuhkan laptop untuk aktivitas produktivitas dasar.

Baca Juga