
Telur Fabergé Langka Terjual Rp508 Miliar di London
koranindonesia.id – Sebuah perhiasan langka bernama Telur Musim Dingin Imperial Fabergé mencetak rekor baru di dunia lelang. Christie’s London mengumumkan bahwa telur bersejarah itu terjual seharga £22,9 juta atau sekitar Rp508 miliar pada Selasa, 2 Desember 2025. Proses lelang berlangsung hanya tiga menit. Christie’s tidak menyebut identitas pembeli karena alasan privasi.
“Baca Juga: BNPB Catat 836 Korban Jiwa dalam Bencana Sumatera“
Telur Musim Dingin dibuat pada tahun 1913. Nicholas II memesan telur ini sebagai hadiah Paskah untuk ibunya, Janda Permaisuri Maria Fyodorovna. Pengrajin Fabergé membuat telur ini dari kristal batu berkualitas tinggi. Motif kepingan salju yang bertabur berlian dan platinum menghiasi permukaannya. Bagian bawah telur dirancang menyerupai es yang mulai mencair.
Di dalam telur terdapat kejutan. Sebuah keranjang platinum berisi bunga anemon kayu kuarsa tersimpan di dalamnya. Daun nefrit dan garnet menghiasi detail bagian tengah bunga. Keranjang kecil itu menjadi salah satu elemen paling unik dari telur ini.
Christie’s sebelumnya memperkirakan harga telur ini melebihi £20 juta. Namun, harga akhir melampaui perkiraan tersebut. Reuters melaporkan bahwa hasil lelang ini mencatat rekor baru untuk Telur Musim Dingin Fabergé.
Margo Oganesian, kepala departemen Fabergé dan seni Rusia di Christie’s, menyebut telur ini sebagai karya terbaik dalam koleksi telur Paskah Kekaisaran. Ia menilai desain Telur Musim Dingin menunjukkan kemampuan seni tertinggi dari bengkel Fabergé.
Telur spesial ini dirancang oleh Alma Pihl. Ia merupakan salah satu desainer wanita pertama yang bekerja di bengkel perhiasan Fabergé. Pihl mendapat inspirasi ketika melihat kristal es terbentuk di jendela tokonya. Ide sederhana itu berkembang menjadi salah satu karya perhiasan paling terkenal di dunia.
Pihl adalah keponakan Albert Holmström, kepala perajin Fabergé. Keduanya bekerja sama untuk menyelesaikan desain rumit ini.
Tsar Nicholas II dan Alexander III memesan telur-telur Fabergé setiap tahun sebagai hadiah Paskah untuk keluarga kekaisaran. Pembuatan satu telur biasanya membutuhkan waktu satu tahun. Tsar sering memesan telur baru segera setelah menerima yang sebelumnya. Tradisi itu membuat telur Fabergé menjadi simbol kemewahan Kekaisaran Rusia.
Fabergé membuat 50 telur untuk keluarga Romanov. Sejauh ini, hanya 43 telur yang masih diketahui keberadaannya. Tujuh di antaranya berada di tangan kolektor pribadi. Sisanya hilang atau disimpan di museum.
Telur Musim Dingin menghilang pada tahun 1975. Karya itu baru ditemukan kembali pada 1994. Christie’s kemudian menjualnya di Jenewa pada 1994 dan di New York pada 2002. Kedua penjualan itu memecahkan rekor harga lelang perhiasan Fabergé.
Reuters mencatat bahwa Telur Fabergé Rothschild pernah terjual USD18,5 juta pada 2007. Namun, harga Telur Musim Dingin kini menempati posisi teratas di antara rekor lelang Fabergé.
Penjualan Telur Musim Dingin Fabergé menunjukkan bahwa karya seni bersejarah masih memiliki nilai luar biasa di pasar global. Kombinasi desain rumit, bahan mewah, kisah sejarah, dan kelangkaan membuat telur ini menjadi incaran kolektor. Harganya yang mencapai Rp508 miliar menjadi bukti bahwa warisan seni Kekaisaran Rusia tetap memikat dunia.
“Baca Juga: BNPB Catat 836 Korban Jiwa dalam Bencana Sumatera“