Sinta dan Deo Menempuh Laut ke Kalimantan, Melanie Minta Warga Ikut Memantau

Melanie Subono meminta masyarakat ikut memantau perjalanan dua gajah, Sinta dan Deo, yang sedang menuju Tabang Zoo di Kalimantan. Permintaan itu disampaikan agar keberadaan keduanya dapat dipastikan hingga tiba di lokasi tujuan.

Pemantauan menjadi lebih sulit setelah rombongan pengangkut memasuki jalur laut. Melanie meminta warga yang berpapasan dengan perjalanan tersebut untuk mengirimkan informasi melalui pesan langsung ke akun @anakgajjah_ dan @forgajahrahman.

Ia menegaskan tujuan ajakan itu bukan untuk membangun spekulasi mengenai pemindahan satwa. Fokusnya ialah memastikan Sinta dan Deo tetap berada dalam perjalanan serta benar-benar sampai di tempat tujuan.

“Ini cuma memastikan mereka sampai, ada, bukan tahu-tahu di jalan belok ke tangan mana gitu,” kata Melanie. Ia juga meminta masyarakat dapat menjadi penunjuk lokasi bagi perjalanan kedua gajah tersebut.

Riwayat Sinta dan Deo

Dua satwa yang dipindahkan terdiri atas Sinta, seekor gajah betina, dan Deo, seekor gajah jantan. Keduanya sebelumnya pernah dipindahkan dari Linggoasri, Pekalongan, menuju GembiraLoka Zoo di Yogyakarta pada akhir 2024.

NamaJenis KelaminRiwayat Lokasi
SintaBetinaLinggoasri, Pekalongan – GembiraLoka Zoo – Tabang Zoo
DeoJantanLinggoasri, Pekalongan – GembiraLoka Zoo – Tabang Zoo

Perjalanan terbaru keduanya dimulai dari Pelabuhan Paciran, Jawa Timur. Sebelum diberangkatkan, Sinta dan Deo disebut telah beberapa kali menjalani latihan untuk naik dan turun dari truk.

Pelatihan itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan pemindahan melalui jalur darat dan laut. Namun, Melanie menaruh perhatian khusus pada kondisi gajah selama perjalanan yang panjang dan melibatkan beberapa tahap perpindahan.

Dalam unggahan video di media sosial pada Minggu (16/8/2026), Melanie menyampaikan kegelisahannya terhadap satwa yang harus berpindah karena kehilangan habitat. Ia menilai gajah rentan mengalami stres, terutama ketika menjalani pemindahan dalam waktu lama.

Melanie mengaitkan persoalan tersebut dengan berkurangnya hutan yang berubah menjadi ladang sawit. “Bangsa apa kami ini Tuhan, mereka (gajah) homeless. Harusnya manusia yang menjadi luntang-lantung begini,” ujarnya.

Perhatian pada Kondisi Pemindahan

Melanie juga menyoroti situasi yang harus dihadapi gajah saat menempuh rute pengangkutan. Ia menyebut satwa itu dapat melewati jalan tol dan berada di kolong kapal bersama kendaraan serta knalpot.

“Beginilah mereka kalau sudah enggak punya rumah, dipindah sana-sini, lewat tol, di kolong kapal bareng mobil dan knalpot,” kata Melanie. Ia mempertanyakan apakah prosedur pemindahan tersebut telah cukup memberikan kenyamanan bagi satwa.

Beritasatu.com melaporkan tujuan pemindahan dua gajah itu adalah Tabang Zoo di Kalimantan, yang disebut Melanie sebagai kebun binatang milik perusahaan tambang batu bara. Setelah kapal berada di tengah laut, pelacakan posisi rombongan menjadi tidak mudah dilakukan.

Karena itu, laporan dari warga yang melihat perjalanan Sinta dan Deo dinilai dapat membantu memastikan keberadaan keduanya. Melanie berharap kabar mengenai tibanya dua gajah tersebut di Tabang Zoo dapat segera dipastikan.

Baca Juga