
Pria Depok Tewas Gantung Diri Setelah Istri Ajukan Cerai
koranindonesia.id – Pria Depok Tewas Gantung Diri: Seorang pria berinisial AS (35) meninggal gantung diri di rumahnya, Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kejadian itu terjadi pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Polisi menyebut peristiwa tersebut berawal dari konflik rumah tangga yang dialami korban.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan kronologi peristiwa itu. Menurut keterangan istrinya, ia mendengar suara mencurigakan dari arah depan rumah sekitar pukul 03.00 WIB.
“Baca Juga: Qatar Gelar KTT Darurat Arab-Muslim untuk Kecam Agresi Israel“
Sang istri kemudian memeriksa sumber suara. Ia mendapati suaminya sudah tergantung dengan tali plastik di kusen pintu rumah. Kaget dengan kondisi itu, ia langsung berlari meminta pertolongan ke rumah Ketua RT setempat.
Ketua RT bersama warga mendatangi lokasi. Mereka melihat korban dalam kondisi mengenaskan. Lidah korban menjulur dan celananya tampak basah. Situasi itu membuat warga langsung melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan saksi, korban dan istrinya memang menghadapi persoalan serius dalam rumah tangga. Sang istri sudah menyampaikan keinginannya untuk bercerai. Namun korban bersikeras ingin mempertahankan pernikahan siri mereka yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pernikahan itu sudah menghadirkan dua anak. Kondisi inilah yang diduga menambah tekanan psikologis korban sebelum akhirnya mengambil langkah tragis.
AKP Made Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa lokasi kejadian. Ia juga mengonfirmasi keterangan keluarga yang menyebut masalah rumah tangga menjadi pemicu. Menurut Made, kasus ini murni peristiwa bunuh diri.
Selain itu, Made menjelaskan bahwa tidak ada indikasi kekerasan lain dalam peristiwa tersebut. Polisi hanya memastikan kondisi korban sesuai hasil pemeriksaan di tempat kejadian.
Keluarga korban sudah menerima kejadian itu sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan visum maupun autopsi. Keluarga juga menyampaikan keinginan untuk segera memakamkan korban di TPU Pemda Sawangan Tengah.
Made mengatakan pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga. Proses pemakaman pun segera dilakukan sesuai permintaan keluarga.
Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa bunuh diri akibat tekanan rumah tangga. Banyak pihak berharap keluarga mampu mencari solusi damai sebelum masalah menjadi fatal. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya komunikasi, dukungan sosial, serta konseling bagi pasangan yang menghadapi masalah berat.
“Baca Juga: Sushila Karki Jadi PM Nepal Pilihan Gen Z di Discord“