Hak lemparan ke dalam dapat langsung berpindah kepada lawan apabila pemain sengaja menunda eksekusi lebih dari lima detik. Ketentuan baru ini menjadi bagian dari pengetatan aturan Premier League terhadap praktik mengulur waktu pada musim ini.
Wasit akan memulai hitungan ketika melihat pemain tidak segera melempar bola meski situasi memungkinkan. Jika bola belum masuk ke lapangan setelah lima detik, tim lawan akan menerima hak lemparan.
Perubahan tersebut membuat setiap tindakan kecil di pinggir lapangan memiliki risiko yang lebih besar. Pemain tidak lagi leluasa berjalan menjauh dari bola atau mengoper-oper bola untuk memperlambat permainan.
Penundaan Bisa Mengubah Penguasaan Bola
Aturan lima detik tidak ditujukan pada seluruh situasi lemparan ke dalam secara otomatis. Penerapannya berlaku ketika wasit menilai ada upaya sengaja untuk membuang waktu.
Berjalan menjauh dari bola menjadi salah satu contoh tindakan yang dapat memicu hitungan wasit. Mengoper bola tanpa segera melakukan lemparan juga termasuk perilaku yang disorot dalam ketentuan tersebut.
Bagi tim yang sedang mempertahankan keunggulan, perubahan ini mengurangi ruang untuk mengatur tempo melalui lemparan ke dalam. Sebaliknya, lawan berpeluang memperoleh bola kembali tanpa harus merebutnya dalam permainan terbuka.
| Situasi | Ketentuan | Konsekuensi |
|---|---|---|
| Mengeringkan bola sebelum lemparan | Handuk tidak boleh digunakan | Pemain tidak dapat memakai atau meminjam handuk |
| Sengaja menunda lemparan | Wasit melakukan hitungan lima detik | Hak lemparan berpindah kepada lawan |
Handuk Dilarang dalam Situasi Lemparan
Selain penegakan terhadap penundaan, Premier League menutup penggunaan handuk untuk mengeringkan bola sebelum lemparan ke dalam. Pemain tidak boleh membawa maupun meminjam handuk dalam situasi tersebut.
Larangan ini menghapus salah satu cara pemain mendapatkan pegangan bola yang lebih kering. Ketentuan itu juga mengakhiri kemungkinan perbedaan penerapan dari satu pertandingan ke pertandingan lain.
Menurut laporan The Sun, penggunaan handuk sebelumnya dapat bergantung pada kesepakatan yang dibuat kedua tim menjelang pertandingan. Penegasan aturan baru membuat kesepakatan semacam itu tidak lagi menjadi faktor dalam lemparan ke dalam.
Perdebatan mengenai handuk mencuat pada musim lalu ketika Arsenal menghadapi Newcastle United. Dalam pertandingan itu, Riccardo Calafiori meminjam handuk milik penjaga gawang Newcastle, Nick Pope, untuk mengeringkan bola.
Wasit Jarred Gillet tidak mengizinkan tindakan Calafiori karena kedua tim tidak memiliki kesepakatan sebelum laga. Kejadian tersebut memperlihatkan adanya celah perlakuan yang kini ditutup melalui aturan yang lebih tegas.
Respons dari Arsenal dan Kritik Lama Dyche
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, merespons penegasan larangan handuk dengan nada menyindir. Ia tidak memerinci langkah yang akan diambil timnya setelah perubahan itu diterapkan.
“Ya lihat saja apa yang akan kami lakukan. Mungkin kita akan bermain memakai topi,” ujar Arteta.
Sean Dyche, yang menangani Nottingham Forest pada musim lalu, sebelumnya telah menyatakan keberatan terhadap penggunaan handuk dalam lemparan ke dalam. Menurutnya, praktik tersebut tidak adil bagi tim lawan.
Dengan ketentuan baru ini, lemparan ke dalam menjadi momen yang lebih ketat pengawasannya. Pemain harus segera mengeksekusi bola tanpa bantuan handuk dan tanpa tindakan yang dinilai sengaja memperlambat pertandingan.






