Penumpang Tersangkut di Jendela Ryanair yang Pecah pada Ketinggian 16.000 Kaki

Seorang penumpang Ryanair, Ljubisa Karovic, mengalami luka serius setelah tersangkut sebagian di jendela kabin yang pecah saat pesawat berada di udara. Kepala dan bahunya sempat keluar dari pesawat Boeing 737-8AS yang terbang dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman.

Insiden tersebut terjadi pada 10 Juli lalu, ketika penerbangan belum berlangsung selama 10 menit. Pesawat kemudian berbalik arah dan melakukan pendaratan darurat di Thessaloniki.

Pesawat berada di ketinggian sekitar 16.000 kaki di wilayah udara Yunani saat kerusakan terjadi. Laporan awal Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB yang dirilis 13 Agustus belum menetapkan penyebab paling mungkin karena penyelidikan masih berlangsung.

Penumpang Duduk Tepat di Samping Jendela Rusak

Karovic duduk di kursi 11F, tepat di sisi jendela pada baris 11 yang pecah. NTSB menyatakan korban “tersangkut sebagian di jendela kabin yang rusak”.

Istri Karovic mengatakan kepada Reuters bahwa ia dan seorang pramugari menarik korban kembali masuk ke kabin. CNN Indonesia melaporkan Karovic mengalami luka serius akibat peristiwa tersebut.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada jendela di dekat kursi korban. Pemeriksaan menemukan penyok di dekat baris 8, lubang pada badan pesawat di bawah sayap, serta goresan di bagian ekor.

Serpihan Mesin Menghantam Badan Pesawat

NTSB menemukan mesin nomor 2 jenis CFM International CFM56-7B26 mengalami terlepasnya satu bilah kipas. Komponen itu memicu serpihan mesin yang menghantam badan pesawat dan stabilizer horizontal kanan.

Serpihan tersebut merobek logam di sekitar mesin sebelum memecahkan jendela kabin pada baris 11. Pesawat yang mengalami insiden ini telah berusia 18 tahun.

TahapPeristiwa
7,5 menit setelah lepas landasPilot menerima peringatan getaran mesin tinggi.
Hampir 2 menit berikutnyaGetaran mesin meningkat secara signifikan.
Saat dentuman terdengarAutopilot terputus dan jendela kabin pecah.
Setelah kerusakanPesawat kembali ke Thessaloniki untuk mendarat darurat.

Sebelum jendela pecah, awak pesawat telah menerima peringatan getaran tinggi pada mesin. Dalam hampir dua menit, getaran meningkat signifikan hingga pilot mendengar dentuman keras dan autopilot terputus.

Retak Lelah dan Temuan Sisa Burung

Pemeriksaan pada sisa bilah kipas yang terlepas menemukan bukti retak lelah. Retak ini merupakan keretakan logam bertahap akibat tekanan berulang yang dinilai lebih besar daripada perkiraan untuk jumlah penerbangan komponen tersebut.

Delapan bilah kipas lain juga mengalami perubahan bentuk pada tepi depannya. Sisa burung dan bulu ditemukan di mesin yang rusak, tetapi waktu terakhir pesawat kemungkinan menabrak burung belum dapat dipastikan.

Dalam setahun sebelum insiden, terdapat empat dugaan laporan tabrakan burung yang terkait dengan pesawat itu. Namun, tidak ada kerusakan yang ditemukan ketika laporan-laporan tersebut dibuat.

Bilah kipas yang terlepas sebenarnya telah diperiksa kurang dari tiga pekan sebelum insiden. Pemeriksaan itu dilakukan berdasarkan aturan yang muncul setelah kejadian serupa pada pesawat Southwest Airlines pada 2018.

Pada peristiwa 2018, bilah kipas Boeing 737 patah dan memecahkan jendela kabin hingga seorang penumpang tersedot ke luar dan meninggal akibat trauma benda tumpul. Mesin CFM-56 termasuk salah satu jenis mesin yang paling banyak digunakan dalam penerbangan dan diproduksi oleh usaha patungan Safran Aircraft Engines serta GE Aerospace.

Pernyataan CEO Ryanair Diperingatkan NTSB

Temuan awal NTSB berbeda dengan pernyataan CEO Ryanair Michael O’Leary dalam paparan kinerja pada Juli. Saat itu, O’Leary menolak laporan bahwa seorang penumpang sampai setengah badannya berada di luar jendela.

“Tidak ada seorang pun yang keluar dari jendela mana pun,” kata O’Leary saat itu. NTSB kemudian mengirim surat teguran karena pernyataan tersebut disampaikan ketika penyelidikan masih berjalan.

Ketua NTSB Jennifer Homendy menyatakan komentar publik tersebut melanggar aturan internasional karena memuat opini dan analisis mengenai kecelakaan yang sedang diselidiki. Laporan final untuk menentukan penyebab paling mungkin umumnya terbit satu hingga dua tahun setelah laporan awal.

Baca Juga