
PBB Israel Terbukti Lakukan Genosida di Gaza
koranindonesia.id – Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan laporan mengejutkan pada Selasa, 16 September 2025. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Israel telah Terbukti melakukan genosida di Gaza. Kesimpulan ini didasarkan pada serangkaian bukti yang dikumpulkan sejak awal konflik.
“Baca Juga: Banjir Jakarta: 2 RT di Jaksel Masih Terendam Hari Ini“
Komisi menyoroti skala pembunuhan yang sangat besar di Gaza. Selain itu, Israel juga disebut memblokir bantuan, memaksa pengungsian, dan menghancurkan sebuah klinik fertilitas. Semua tindakan ini dianggap memenuhi unsur genosida.
Ketua Komisi, Navi Pillay, menegaskan bahwa genosida sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab penuh berada pada otoritas Israel di tingkat tertinggi. Pillay menilai tindakan tersebut merupakan kampanye sistematis yang berlangsung hampir dua tahun.
Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa, Daniel Meron, langsung menolak laporan tersebut. Ia menyebut laporan itu sebagai skandal dan fitnah. Meron menilai laporan disusun oleh pihak yang ia sebut pro-Hamas.
Israel menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bekerja sama dengan komisi. Mereka menuduh komisi memiliki agenda politik dan menyimpang dari mandat sebenarnya.
Komisi menyusun analisis hukum setebal 72 halaman. Analisis ini menjadi temuan terkuat yang pernah dikeluarkan terkait konflik Gaza. Namun, meski bersifat independen, laporan tersebut tidak secara resmi mewakili sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PBB sendiri belum menggunakan istilah genosida secara resmi. Meski begitu, tekanan dari berbagai pihak terus meningkat agar PBB mengambil sikap lebih tegas.
Israel saat ini sedang menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag. Israel menolak tuduhan itu dengan alasan membela diri setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Serangan Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan 251 sandera, menurut data Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 64.000 orang tewas akibat perang. Selain itu, pemantau global menyatakan sebagian wilayah Gaza kini mengalami kelaparan.
Konvensi Genosida PBB 1948 mendefinisikan genosida sebagai upaya menghancurkan suatu kelompok secara nasional, etnis, ras, atau agama. Untuk dianggap sebagai genosida, setidaknya satu dari lima tindakan harus terbukti.
Komisi menyatakan bahwa Israel telah melakukan empat dari lima tindakan tersebut. Pertama, pembunuhan terhadap warga sipil. Kedua, menyebabkan penderitaan fisik dan mental serius. Ketiga, menciptakan kondisi kehidupan yang dapat menghancurkan kelompok tertentu. Keempat, melakukan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran.
Komisi mengandalkan berbagai sumber untuk menyusun laporan. Mereka melakukan wawancara dengan korban dan saksi. Selain itu, tim juga menganalisis dokumen terbuka dan citra satelit. Dokter serta tenaga medis di Gaza turut memberikan kesaksian langsung.
Komisi menyebut pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bukti niat genosida. Laporan mengutip surat Netanyahu kepada tentara pada November 2023. Surat itu membandingkan operasi Gaza dengan perang suci pemusnahan total.
Selain Netanyahu, laporan juga menyebut nama Presiden Israel Isaac Herzog dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Komisi menilai pernyataan mereka merendahkan martabat warga Palestina dengan menyebut mereka sebagai binatang.
Pillay, yang pernah memimpin pengadilan PBB untuk kasus Rwanda, membandingkan situasi di Gaza dengan tragedi 1994. Ia menyebut dehumanisasi yang dilakukan Israel sangat mirip dengan pola di Rwanda.
Menurut Pillay, ketika sebuah kelompok merendahkan martabat korban, maka kekerasan ekstrem lebih mudah terjadi. Ia berharap laporan ini membuka mata dunia dan mendorong langkah nyata dari negara-negara lain.
Pillay akan pensiun pada November mendatang. Ia menegaskan bahwa laporan ini disusun untuk mendorong tanggung jawab global. Ia berharap negara-negara anggota PBB mempertimbangkan fakta yang terungkap dan mengambil sikap tegas.
“Baca Juga: Penculikan Kacab Bank BUMN: Polda Metro Ungkap 2 Opsi Rencana“