
Operasi SAR Basarnas Cari Korban Musala Runtuh di Sidoarjo
koranindonesia.id – Operasi SAR Basarnas: Basarnas mengintensifkan pencarian korban selamat setelah bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, roboh. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafeii, memastikan operasi pencarian terus berjalan. Ia menegaskan pencarian difokuskan pada penyelamatan korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Basarnas mengirim Tim Basarnas Special Group (BSG) dari kantor pusat. Selain itu, unsur SAR dari Semarang dan Yogyakarta juga tiba di lokasi dengan membawa alat ekstrikasi khusus.
“Baca Juga: China Hukum Mati 11 Anggota Klan Penipuan Myanmar“
Syafeii menyampaikan bahwa operasi dilakukan tanpa henti untuk mengejar golden time penyelamatan korban. Golden time adalah periode penting di mana peluang korban bertahan hidup masih tinggi. Karena itu, seluruh personel SAR terus bekerja siang dan malam.
Ia menambahkan, kondisi reruntuhan sangat kompleks. Beton bertumpuk membentuk celah sempit yang menyulitkan proses evakuasi. Hal inilah yang membuat peralatan khusus sangat dibutuhkan untuk menjangkau korban.
Basarnas menilai peralatan ekstrikasi sangat penting dalam situasi ini. Alat tersebut memungkinkan petugas menembus celah sempit di antara tumpukan beton. Menurut Syafeii, masih ada kemungkinan korban terjebak hidup di bawah material runtuhan.
Selain itu, peralatan berat seperti crane dan excavator juga disiapkan. Alat tersebut membantu mempercepat proses pengangkatan beton. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan peralatan berat harus sangat hati-hati. Pergeseran beton justru bisa membahayakan korban yang mungkin masih berada di bawah reruntuhan.
Hingga Selasa (30/9/2025), Basarnas mencatat ada 102 korban dari musibah ini. Dari jumlah tersebut, 99 orang berhasil diselamatkan, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Data ini merupakan hasil rekapitulasi resmi yang diterima tim SAR.
Syafeii menjelaskan, tipe reruntuhan bangunan yang disebut pancake collapse membuat pencarian semakin rumit. Runtuhan berupa beton yang bertumpuk menciptakan ruang sempit di dalamnya. Karena kondisi itu, peluang menemukan korban selamat masih terbuka.
Basarnas menegaskan komitmen untuk terus mencari dan mengevakuasi korban. Seluruh personel bekerja dengan penuh kehati-hatian agar proses tidak menambah risiko. Dukungan dari peralatan khusus dan kerja sama lintas wilayah diharapkan mempercepat operasi.
Masyarakat sekitar pesantren juga berharap agar lebih banyak korban selamat dapat ditemukan. Dengan usaha maksimal, Basarnas menilai peluang penyelamatan masih ada. Setiap jam menjadi sangat berharga dalam upaya ini.
“Baca Juga: Indonesia Dukung Proposal Perdamaian Gaza dari Trump“