
Longboat Tenggelam di Halmahera Selatan, Balita Tewas
koranindonesia.id – Sebuah kapal longboat mengalami kecelakaan laut di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Kejadian ini terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026.
Insiden tersebut melibatkan penumpang yang melakukan perjalanan antar desa.
“Baca Juga: Anwar Usman Akui Sakit Sejak 2025 dan Sering Absen Sidang“
Longboat berangkat dari Desa Babang menuju Desa Piga Raja.
Namun, kapal menghadapi cuaca buruk saat melintas perairan Desa Bibinoi.
Angin kencang dan gelombang tinggi langsung menghantam kapal.
Akibat kondisi tersebut, longboat kehilangan keseimbangan.
Gelombang tinggi membuat longboat terbalik di tengah laut.
Setelah itu, kapal langsung tenggelam.
Para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan mengapung di laut.
Namun, arus laut membawa mereka terpencar ke berbagai arah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menyampaikan data awal.
Ia menjelaskan longboat membawa 59 penumpang sesuai manifest.
Karena itu, tim SAR langsung meningkatkan skala pencarian.
Langkah ini bertujuan menemukan seluruh penumpang secepat mungkin.
Tim SAR mengevakuasi korban selamat ke Puskesmas Bibinoi.
Petugas medis memberikan perawatan awal kepada para korban.
Sementara itu, satu korban dengan kondisi kritis mendapat rujukan.
Petugas membawa korban tersebut ke Rumah Sakit Labuha.
Warga dan tim SAR menemukan sejumlah penumpang di sekitar lokasi.
Namun, satu penumpang anak berusia dua tahun meninggal dunia.
Peristiwa ini menambah duka mendalam bagi keluarga korban.
Petugas segera melakukan penanganan sesuai prosedur.
Hingga malam hari, tim SAR masih melanjutkan pencarian.
Tim ini melibatkan Rescue USS Halmahera Selatan, Polairud, TNI AL, dan BPBD.
Selain itu, masyarakat setempat turut membantu proses pencarian.
Petugas juga terus memantau kondisi cuaca di lokasi kejadian.
Tim SAR memprioritaskan keselamatan selama operasi pencarian.
Mereka menyesuaikan strategi dengan kondisi gelombang dan angin.
Oleh karena itu, proses pencarian akan berlanjut hingga seluruh korban ditemukan.
“Baca Juga: Dubes Iran Ungkap 3.117 Korban Tewas Akibat Kerusuhan“