RC Lens mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain di Piala Super Prancis 2026 lewat kemenangan 1-0 di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Senin (17/8/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut mengantarkan Lens meraih trofi Piala Super Prancis pertama dalam sejarah klub.
Kemenangan itu memiliki nilai lebih karena Lens harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-39. Meski PSG menguasai tekanan dan memiliki keunggulan jumlah pemain dalam waktu lama, pertahanan tuan rumah tetap menjaga skor hingga laga usai.
Dominasi PSG Berhenti
PSG datang dengan status juara empat edisi terakhir Piala Super Prancis. Kekalahan di Lens membuat mereka gagal memperpanjang rangkaian gelar menjadi lima trofi beruntun dalam kompetisi tersebut.
Gol tunggal Florian Thauvin pada menit ke-32 menjadi pembeda pertandingan. Thauvin memanfaatkan bola liar setelah tembakan Matthieu Udol tidak mengarah ke sasaran, lalu bergerak dari posisi onside sebelum menaklukkan Matvey Safonov.
| Menit | Peristiwa | Dampak |
|---|---|---|
| 32 | Florian Thauvin mencetak gol | Lens unggul 1-0 |
| 39 | Kyllian Antonio mendapat kartu merah | Lens bermain dengan 10 pemain |
| 77 | Gol Fabian Ruiz dianulir | PSG tetap tertinggal |
| 87 | Nuno Mendes mendapat kartu merah | Kedua tim bermain dengan 10 pemain |
Keunggulan Lens kemudian berada dalam ancaman ketika Kyllian Antonio menerima kartu merah langsung. Ia diusir wasit pada menit ke-39 setelah melakukan tekel keras terhadap Maghnes Akliouche dengan telapak kaki mengarah kepada lawan.
Situasi itu memberi PSG peluang untuk mengendalikan permainan hingga jeda. Desire Doue hampir membawa PSG menyamakan kedudukan, tetapi tendangannya dari sudut sempit membentur tiang gawang.
Risser Menahan Tekanan PSG
Pada babak kedua, PSG terus mencari celah di lini belakang Lens yang bertahan dengan disiplin. Robin Risser menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga keunggulan timnya saat menghadapi serangan tim tamu.
Beritasatu yang mengutip Antara menempatkan Risser sebagai figur penting dalam pertahanan Lens. Kiper tersebut sebelumnya juga menggagalkan ancaman Khvicha Kvaratskhelia saat PSG mengambil inisiatif serangan pada awal pertandingan.
PSG sempat memperoleh beberapa peluang sebelum Lens mencetak gol. Akliouche melepaskan sepakan yang belum mengarah ke gawang, sedangkan tekanan Kvaratskhelia dapat dihentikan oleh Risser.
Kesempatan terbaik PSG untuk menyamakan skor pada babak kedua hadir melalui Fabian Ruiz pada menit ke-77. Tembakan rendahnya sempat melewati Risser, tetapi gol itu dibatalkan karena Ruiz berada dalam posisi offside dalam rangkaian serangan.
Ousmane Dembele juga gagal memaksimalkan peluang dari jarak dekat. Tembakannya melambung di atas mistar, sehingga PSG kembali kehilangan kesempatan untuk mengubah kedudukan.
Kartu Merah Kedua Mengubah Akhir Laga
PSG akhirnya kehilangan keunggulan jumlah pemain pada menit ke-87. Nuno Mendes menerima kartu merah langsung setelah sikutnya mengenai Michal Skoras.
Kedua tim kemudian sama-sama bermain dengan 10 pemain pada sisa pertandingan. Lens sempat memasukkan bola lagi melalui sundulan diving Udol, tetapi wasit telah lebih dahulu meniup peluit karena melihat adanya pelanggaran.
PSG tetap menekan hingga peluit panjang berbunyi, namun tidak mampu membongkar pertahanan Lens. Skor 1-0 memastikan trofi jatuh kepada Lens di hadapan pendukungnya sendiri.
Gelar tersebut melanjutkan musim positif Lens setelah sebelumnya menjuarai Coupe de France. Di bawah pelatih baru Dino Toppmoller, kemenangan atas PSG menjadi modal bagi Lens untuk memasuki musim baru sebagai salah satu penantang di sepak bola Prancis.






