
Kericuhan Kalibata Debt Collector Tewas dan Warung Dibakar
koranindonesia.id – Insiden pengeroyokan dua debt collector terjadi di kawasan TMP Kalibata pada Kamis malam. Dua orang mata elang menghentikan seorang pengendara motor di tepi jalan. Aksi itu kemudian memicu reaksi cepat dari pengguna jalan lain.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menjelaskan kronologi awal kejadian. Ia mengatakan pengguna mobil dari belakang tiba-tiba turun dan menyerang dua mata elang itu. Mereka melakukan aksi itu secara spontan dan tidak terkoordinasi.
Pelaku berjumlah sekitar empat hingga lima orang. Mereka memukul dua mata elang itu dengan intensitas tinggi. Setelah melakukan pengeroyokan, mereka langsung pergi meninggalkan korban di pinggir jalan. Satu korban tewas di lokasi, sementara satu lainnya mengalami kondisi kritis.
“Baca Juga: Kemenhut Setop Aktivitas Kayu di Sumatera Usai Banjir“
Kerabat korban menunjukkan kekecewaan mendalam atas kejadian itu. Mereka menilai masyarakat bertindak sendiri tanpa mempertimbangkan hukum. Suban, perwakilan keluarga, menegaskan bahwa para debt collector bekerja dengan aturan yang jelas.
Ia juga menjelaskan bahwa mereka selalu memberi arahan kepada para anggota. Mereka meminta anggota untuk mengikuti aturan dalam setiap penugasan. Suban mengaku tidak mengetahui pemicu awal kejadian secara detail. Namun, informasi terkait pengeroyokan itu tersebar cepat melalui grup WhatsApp mereka.
Setelah pengeroyokan terjadi, situasi di sekitar lokasi semakin memanas. Sejumlah warung di seberang TMP Kalibata terbakar oleh orang tidak dikenal. Beberapa sepeda motor ikut terbakar dalam kejadian itu.
Warga dan petugas berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api menghabiskan warung dan beberapa kendaraan dalam waktu singkat. Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan kematian salah satu mata elang di lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, memberikan penjelasan tambahan. Ia menyebut sekitar 100 orang datang ke lokasi dan merusak warung serta kendaraan. Mereka melakukan aksi itu secara cepat dan terorganisasi.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam perusakan dan pembakaran tersebut. Namun, kerugian materi terjadi pada sejumlah pedagang di kawasan itu. Polisi langsung melakukan pengamanan area untuk mencegah insiden susulan.
Seorang pedagang bernama Acoy turut menjadi korban dalam peristiwa itu. Warung sate taichan miliknya ludes terbakar dalam hitungan menit. Ia mengatakan pekerjanya kabur setelah melihat massa datang.
Ia mendengar adanya ledakan kecil dari bagian belakang warung. Ledakan itu muncul sebelum api membesar dan menghanguskan seluruh bangunan. Acoy kini menunggu kepastian dari pihak berwenang terkait dugaan pelaku.
Kompol Mansur memastikan polisi masih menyelidiki dua peristiwa tersebut. Polisi belum menangkap pelaku pengeroyokan maupun pelaku pembakaran. Ia menyebut kejadian berlangsung sangat cepat sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Dia menegaskan tidak ada aksi tembak-menembak selama dua kejadian itu berlangsung. Ia juga memastikan hanya kejadian pertama yang menimbulkan korban jiwa. Kepolisian kini mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk mengungkap pelaku.
Polisi berjanji mengusut kasus pengeroyokan dan pembakaran hingga tuntas. Mereka mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Mereka menegaskan langkah ini penting untuk menjaga keamanan publik.
Dua kasus ini menunjukkan eskalasi situasi yang perlu perhatian serius. Polisi meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri dalam kondisi apa pun. Tindakan itu hanya memperbesar risiko bagi semua pihak.
“Baca Juga: Rangkaian Peristiwa Penting 12 Desember di Indonesia“