Keliling Jakarta Malam Hari dari Bus Atap Terbuka, Tiketnya Rp75 Ribu

Menikmati lampu Jakarta dari bus tingkat tanpa atap kini dapat dilakukan dengan biaya Rp75 ribu per orang. Melalui Open Top Tour Jakarta, penumpang dapat memilih perjalanan tematik yang berlangsung dari sore hingga malam hari.

Tiket perlu dipesan melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kursinya dapat habis bila pembelian dilakukan terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan. Penumpang disarankan membeli tiket sekitar dua hari hingga satu minggu sebelumnya karena minat terhadap layanan ini cukup tinggi.

Jadwal tur tersedia setiap hari pada rentang pukul 16.00 hingga 20.30 WIB. Titik check-in berbeda sesuai rute yang dipilih, sementara calon penumpang harus menentukan rute, tanggal, serta jam perjalanan sebelum melanjutkan pembayaran.

Empat pilihan rute wisata

Layanan bus wisata ini menyediakan empat rute dengan karakter kawasan yang berbeda. Pilihan tersebut mencakup perjalanan untuk melihat pusat kota, pesisir, jejak Batavia, hingga bangunan bersejarah di Jakarta.

RuteFokus PerjalananKawasan yang Dilalui
Jakarta HeritageJejak sejarah JakartaPasar Baru, Lapangan Banteng, Istiqlal, Katedral, Istana Negara
Jakarta SkylinePanorama pusat kotaSudirman dan MH Thamrin
Jakarta SeasideSisi pesisir JakartaTermasuk Pantai Indah Kapuk
Jakarta BataviaJejak sejarah BataviaDari Sarinah menuju Kota Tua

Rute Jakarta Heritage menjadi pilihan bagi penumpang yang ingin melihat kawasan bersejarah sambil mendengarkan penjelasan pemandu. Perjalanan ini berdurasi sekitar 40 menit dan memiliki jeda singkat untuk berfoto di kawasan Monas.

Menurut CNN Indonesia, lintasan Jakarta Heritage berawal dari Gedung Filateli dan melewati Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, serta Lapangan Banteng. Bus juga melintasi Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan kawasan Istana Negara sebelum perjalanan berakhir.

Audio sejarah dan pemandangan tanpa kaca

Setiap penumpang Jakarta Heritage memperoleh headphone untuk mendengarkan cerita mengenai bangunan dan kawasan yang dilewati. Penjelasan audio diputar selama bus bergerak, sehingga perjalanan tidak hanya berfokus pada pemandangan kota malam.

Lantai paling atas bus tidak memiliki kaca yang menghalangi pandangan ke sekeliling. Kondisi tersebut memungkinkan penumpang menikmati hembusan angin malam dan deretan lampu jalan secara langsung.

Bagian depan lantai atas menjadi salah satu posisi yang menarik untuk melihat panorama kota dan mengambil gambar. Penumpang diperbolehkan berdiri di atas kursi untuk memperoleh sudut lebih tinggi, tetapi harus melepas alas kaki terlebih dahulu.

Pemandu tetap mengingatkan penumpang untuk mengikuti arahan selama perjalanan. Bus dapat berguncang saat melintas di jalan yang tidak rata serta melewati kabel yang melintang di beberapa titik.

Check-in dimulai dari Pos Bloc

Untuk Jakarta Heritage, penumpang melakukan check-in di Pos Bloc atau Gedung Filateli sebelum keberangkatan. Setelah menunjukkan tiket, penumpang menerima gelang masuk dan voucher pembelian kopi yang dapat digunakan di tenant sekitar Pos Bloc pada hari yang sama.

Area tunggu menyediakan tempat duduk sebelum penumpang diarahkan menuju bus sekitar lima menit menjelang keberangkatan. Tas dapat dititipkan di lantai dua, lalu penumpang melanjutkan ke lantai tiga untuk menikmati perjalanan.

Pembelian tiket dilakukan dengan membuka menu Ticket pada aplikasi TJ: Transjakarta, kemudian memilih opsi Open Top Tour. Calon penumpang selanjutnya mengisi nama, email, dan nomor telepon setelah memilih rute serta jadwal yang tersedia.

Bagi warga dan pengunjung, layanan ini menawarkan cara lain menikmati Wisata Jakarta di luar perjalanan rutin yang identik dengan kemacetan. Perpaduan musik, udara malam, cerita sejarah, dan pemandangan pusat kota menjadikan perjalanan singkat tersebut sebagai alternatif tur kota.

Baca Juga