
Kebakaran Wang Fuk Court Tewaskan 94 Warga dan Banyak Hilang
koranindonesia.id – Kebakaran besar melanda tujuh blok apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong. Peristiwa ini terjadi pada Jumat dan menewaskan setidaknya 94 orang. Petugas pemadam kebakaran masih mencari ratusan warga yang hilang di dalam bangunan yang hangus.
Seorang petugas pemadam berusia 37 tahun juga meninggal dalam kejadian tersebut. Selain itu, sebanyak 76 orang mengalami luka, termasuk 11 petugas pemadam.
“Baca Juga: Fakta Baru Kasus Alvaro: Ayah Tiri Ubah Rencana Pembuangan“
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengatakan api sudah hampir terkendali setelah berkobar sejak Rabu. Kebakaran mulai pada pukul 14.51 waktu setempat. Api dan asap tebal terlihat mengepul dari menara apartemen.
Pada pukul 18.22, petugas menaikkan status kebakaran menjadi level lima. Level ini merupakan kategori paling serius di sistem penilaian kebakaran Hong Kong. Kondisi tersebut membuat tim pemadam bekerja lebih keras untuk menahan penyebaran api.
Blok-blok menara tersebut sedang menjalani renovasi besar saat kebakaran terjadi. Polisi menduga material luar gedung mempercepat penyebaran api. Mereka masih menelusuri sumber awal kebakaran.
Selain itu, aparat menahan tiga eksekutif perusahaan konstruksi. Mereka menghadapi dugaan pembunuhan dan kelalaian berat terkait proyek renovasi. Komisi Anti-Korupsi Independen juga memulai penyelidikan kriminal atas pekerjaan tersebut.
John Lee berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia ingin memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab terungkap.
Wang Fuk Court terletak di distrik Tai Po, yang berada di utara Hong Kong. Pemerintah membangun kompleks ini pada 1983. Kompleks tersebut memiliki delapan blok menara dengan total 1.984 apartemen.
Sekitar 4.600 penduduk tinggal di sana berdasarkan sensus pemerintah tahun 2021. Data juga menunjukkan hampir 40 persen penghuninya berusia 65 tahun atau lebih. Banyak di antara mereka yang sudah tinggal sejak kompleks tersebut dibangun. Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit.
Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan simpatinya kepada para korban. Ia meminta seluruh pihak bekerja keras memadamkan api dan menekan kerugian. Media pemerintah menyebut Xi ingin semua proses berjalan cepat dan terkoordinasi.
Karena itu, petugas dari berbagai lembaga bekerja sama untuk mempercepat pencarian. Mereka juga mengevakuasi warga yang masih berada di area berbahaya.
Kebakaran ini menjadi salah satu tragedi terbesar di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Sebelum ini, kebakaran paling mematikan terjadi pada 1948. Tragedi tersebut menewaskan 176 orang akibat ledakan di lantai dasar sebuah gudang.
Peristiwa di Wang Fuk Court kembali mengingatkan pentingnya standar keamanan bangunan. Banyak warga Hong Kong berharap investigasi dapat memperbaiki sistem keselamatan gedung.
Petugas terus mencari para korban di dalam bangunan yang rusak. Mereka juga mengevakuasi warga yang selamat ke tempat aman. Pemerintah menyatakan proses pencarian membutuhkan waktu karena kondisi gedung sangat berbahaya.
Tragedi ini membuat banyak keluarga kehilangan orang terdekat. Pemerintah Hong Kong berkomitmen memberikan bantuan kepada seluruh korban dan keluarga mereka. Nanging, masyarakat Hong Kong masih menunggu jawaban pasti mengenai penyebab kebakaran dan langkah pencegahannya di masa depan.
“Baca Juga: Fakta Baru Kasus Alvaro: Ayah Tiri Ubah Rencana Pembuangan“