Kekalahan 0-2 dari Singapura menjadi pengingat bahwa perjalanan Putri Nusantara masih sangat panjang. Pelatih Takumi Taniguchi meminta para pemain muda tidak berhenti pada hasil tersebut dan terus menatap peluang berkembang hingga level Piala Dunia.
Pesan itu disampaikan setelah laga kedua Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026). Bagi sebagian besar pemain, pertandingan melawan Singapura merupakan pengalaman pertama tampil di level internasional.
Kekalahan sebagai Bahan Pembelajaran
Takumi Taniguchi, yang akrab disapa Taki, menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan timnya. Namun, ia menilai para pemain telah menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung.
“Maaf atas kekalahannya, tapi pemain sudah memberikan yang terbaik. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa menang,” ujar Takumi Taniguchi dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, usia para pemain yang masih muda membuat ruang perkembangan mereka terbuka sangat luas. Pengalaman menghadapi lawan dari negara lain dipandang penting untuk membangun kemampuan dan mental bertanding skuad tersebut.
“Para pemain masih sangat muda. Bagi sebagian besar pemain, ini adalah pengalaman pertama mereka bertanding di level internasional. Masa depan mereka masih panjang,” kata Taki.
Pelatih asal Jepang itu mengajak pemain melihat sasaran yang jauh melampaui satu pertandingan di turnamen usia muda. Ia menilai kesempatan untuk terus berjuang menembus level tertinggi masih terbuka dalam satu dekade mendatang.
“Mungkin dalam 10 tahun ke depan mereka masih bisa berjuang untuk menembus Piala Dunia,” ujarnya. Taki menegaskan para pemain harus belajar dari kekalahan, meningkatkan kemampuan diri, dan terus melangkah.
Dua Gol Menentukan Laga
Singapura memastikan kemenangan melalui dua gol yang tercipta pada babak kedua. Nur Qhalisah Arysha membuka keunggulan pada menit ke-58, sebelum Tan Si Leng Amelia menambah gol pada menit ke-90+5.
| Tim | Skor | Pencetak Gol |
|---|---|---|
| Putri Nusantara | 0 | – |
| Singapura | 2 | Nur Qhalisah Arysha 58′, Tan Si Leng Amelia 90+5′ |
Hasil tersebut menjaga peluang Singapura untuk melaju ke semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Sementara itu, bagi tim muda Indonesia, laga tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan menuju persaingan yang lebih tinggi.
Bola.kompas.com melaporkan bahwa pengalaman internasional pertama bagi banyak pemain menjadi pertimbangan utama Taki dalam membaca hasil pertandingan. Kekalahan itu tidak ditempatkan sebagai titik akhir, melainkan sebagai evaluasi bagi perkembangan tim.
Turnamen Jadi Bagian Pembinaan Berjenjang
Srikandi Merdeka Cup diikuti delapan tim nasional putri U16 dari tujuh negara. Ajang ini menjadi bagian dari Women’s Soccer Trilogy yang menghubungkan pembinaan pemain dari kompetisi usia dini hingga Timnas Putri U16 Indonesia.
Rangkaian pembinaan tersebut mencakup MilkLife Soccer Challenge, Hydproplus Soccer League, dan level tim nasional putri U16. Kehadiran turnamen internasional memberi pemain muda kesempatan mengukur kemampuan saat menghadapi lawan dengan pengalaman dan karakter permainan berbeda.
Pertandingan turnamen ini dapat disaksikan secara gratis melalui YouTube setelah RANS Entertainment menjadi mitra penyiaran. Founder dan CEO RANS Entertainment, Nagita Slavina, berharap ajang tersebut memperluas ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan serta prestasi di sepak bola.
Srikandi Fair Meramaikan Kudus
Di luar stadion, Srikandi Fair digelar di Lapangan Rendeng yang berada di seberang Supersoccer Arena. Acara itu berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dijadwalkan hingga 23 Agustus 2026.
Pembukaannya diwarnai kirab kebudayaan dari Alun-alun Simpang 7 Kudus menuju Lapangan Rendeng dengan iringan marching band SMK Wisudha Karya. Pengunjung juga dapat melihat replika raksasa trofi turnamen, menikmati kuliner dari 35 booth UMKM Kudus, serta menggunakan wahana ramah anak.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat Kudus sebagai destinasi sport tourism. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, juga menyoroti dukungan masyarakat serta keberadaan dua atlet asal Kudus yang kini memperkuat Timnas Indonesia.






