
Jokowi Dukung Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong
koranindonesia.id – Mantan Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti dan abolisi kepada sejumlah tokoh.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi melalui sambungan telepon kepada Ketua Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina.
“Pak Jokowi mendukung penuh keputusan Pak Prabowo memberikan ampunan,” ujar Silfester kepada wartawan, Senin (4/8/2025).
Ia juga menegaskan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendukung kebijakan ini secara penuh.
Menurut Silfester, amnesti diberikan kepada Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Sementara Tom Lembong atau Thomas Trikasih Lembong akan menerima abolisi.
Selain dua tokoh itu, Silfester mengungkapkan bahwa ada sekitar 1.178 warga lainnya yang masuk dalam daftar penerima ampunan.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen Prabowo untuk merangkul semua pihak dan membangun rekonsiliasi nasional pasca Pilpres 2024.
Silfester juga menepis kabar yang menyebut hubungan antara Jokowi dan Prabowo sedang retak.
Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya tetap solid dan berjalan baik. Bahkan menurutnya, tidak ada satu pun kebijakan besar yang diputuskan tanpa koordinasi.
“Pak Jokowi dan Pak Prabowo tetap akur. Termasuk Mas Gibran juga tetap satu barisan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa Prabowo memang sudah menyampaikan komitmennya sejak awal untuk merangkul semua kalangan, termasuk mereka yang pernah berseberangan.
Langkah Prabowo untuk memberikan ampunan bukan hanya keputusan hukum, tetapi juga bagian dari strategi menyatukan bangsa.
Silfester menyebut bahwa Prabowo ingin menghapus sekat politik dan merangkul semua elemen masyarakat.
Dukungan dari Jokowi dan Gibran menjadi bukti bahwa kepemimpinan nasional tetap kompak dan berpihak pada perdamaian.
Pemberian amnesti dan abolisi ini bertujuan memperkuat rekonsiliasi setelah pemilu yang sempat memecah suara rakyat.
Menurut Silfester, Prabowo tidak ingin meneruskan konflik politik yang berkepanjangan. Ia memilih jalan damai demi persatuan nasional.
“Ini menyangkut keutuhan bangsa. Presiden ingin merangkul semua pihak sesuai janji saat kemenangan 02,” jelasnya.