Islam Makhachev mempertahankan gelar kelas welter UFC 330 setelah memenangi pertarungan lima ronde melawan Ian Garry. Namun, perhatian Dana White justru tertuju pada kesempatan yang menurutnya gagal dimanfaatkan Garry pada ronde kelima.
Presiden UFC itu menilai penantang asal Irlandia tersebut seharusnya tampil lebih berani saat melihat Makhachev mulai berada dalam tekanan. White menyebut Garry telah memiliki sejumlah modal penting untuk mencoba mengakhiri pertarungan.
Kesempatan yang Dinilai Terlewat
White menyoroti serangan Garry yang berulang kali mengarah ke tubuh bagian kanan Makhachev. Ia juga melihat Garry mampu bertahan dari upaya takedown sang juara bertahan sepanjang laga.
“Ian adalah petarung berbakat, tapi seandainya saja dia punya sedikit saja naluri untuk menghabisi lawan di ronde kelima itu, yang mana dia sudah terus-menerus menghajar bagian tubuh sisi kanan, bertahan dari serangan takedown, dan wajah Islam sudah babak belur,” kata White. Menurutnya, situasi itu seharusnya membuat Garry mengambil risiko lebih besar demi merebut sabuk.
White membayangkan Garry bisa melancarkan serangan yang lebih mengejutkan pada ronde penentuan. “Anda seharusnya keluar di ronde kelima itu dengan serangan lutut terbang atau sesuatu yang gila, lalu mencoba mengakhiri pertarungan,” ujarnya.
Ia menilai duel perebutan gelar membutuhkan keberanian untuk menekan lawan ketika peluang terbuka. White bahkan menyebut hasil pembicaraan mengenai laga itu mungkin berbeda apabila Garry keluar dari sudut ring dengan tekanan penuh seperti banteng mengamuk.
Keputusan Juri Menjaga Gelar Makhachev
Meski Garry memberi tekanan pada fase akhir laga, Makhachev tetap mengamankan kemenangan melalui keputusan mutlak. Pertarungan di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, pada Minggu (16/8) pagi WIB itu berakhir dengan kemenangan angka bagi petarung Rusia tersebut.
| Petarung | Status | Hasil UFC 330 |
|---|---|---|
| Islam Makhachev | Juara bertahan kelas welter | Menang keputusan mutlak |
| Ian Garry | Penantang asal Irlandia | Kalah keputusan mutlak |
Ketiga juri memberikan skor 49-46, 49-46, dan 48-47 untuk keunggulan Makhachev. Skor 48-47 menunjukkan pertarungan berlangsung ketat dan Garry tetap mampu memberikan ancaman berarti kepada pemegang gelar.
Detik Sport melaporkan bahwa angka dari para juri memperlihatkan Makhachev unggul dalam duel yang kompetitif. Kemenangan itu membuatnya tetap berada di puncak divisi welter setelah melewati lima ronde penuh tekanan.
White Menilai Laga Nyaris Menghadirkan Kejutan
White mengakui sejak awal ia melihat peluang kejutan besar dalam pertarungan tersebut. “Menurut saya, ini pendapat jujur, saya merasa malam ini memang berpotensi memunculkan kejutan besar,” kata White.
Penilaian itu muncul karena Garry mampu membuat pertarungan tetap terbuka hingga ronde terakhir. Penantang tersebut tidak hanya mengandalkan serangan tubuh, tetapi juga dapat meredam sejumlah percobaan takedown dari Makhachev.
Namun, White menganggap sikap Garry di dalam arena tidak sepenuhnya mencerminkan besarnya taruhan dalam laga perebutan gelar. Ia mengkritik kebiasaan berpelukan dan berjabat tangan yang terjadi berulang kali selama pertarungan.
“Anda tidak seharusnya berpelukan dan bersalaman terus. Hal semacam itu benar-benar membuat saya kesal setengah mati saat ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan,” ujar White. Ia menegaskan permainan mental menjadi unsur penting dalam olahraga tarung bebas.
Pujian untuk Juara Bertahan
Di tengah kritik terhadap strategi Garry, White tetap memberi penghargaan tinggi kepada Makhachev. Ia menyebut sang juara menunjukkan kemampuan untuk melakukan segala cara demi mempertahankan kemenangan pada malam pertandingan.
“Islam adalah petarung hebat, sudah layak disebut sebagai GOAT, petarung terbaik sepanjang masa. Dia melakukan segalanya untuk menang hari ini,” kata White.
Kemenangan di UFC 330 memperpanjang posisi Makhachev sebagai penguasa kelas welter. Sementara itu, laga lima ronde tersebut meninggalkan catatan bagi Garry tentang peluang besar yang dinilai White nyaris berada dalam jangkauan.






