Gugatan ganti rugi lebih dari US$50 juta atas cedera otak permanen yang dialami Prichard Colón belum menghasilkan putusan atau kesepakatan damai yang diumumkan kepada publik. Perkara ini tetap menyisakan sorotan terhadap tanggung jawab medis di arena tinju, bahkan setelah mantan petinju Puerto Riko itu wafat pada usia 33 tahun.
Nilai tuntutan mencerminkan kebutuhan perawatan jangka panjang yang dihadapi Colón setelah insiden di ring. Keluarganya menilai penanganan yang lebih cepat saat gejala muncul seharusnya dapat mengurangi dampak kerusakan otak permanen tersebut.
Dokter Ring Menjadi Pihak Tergugat Tersisa
Fokus perkara kini mengarah kepada Dr. Richard Ashby, dokter ring yang masih menjadi tergugat dalam gugatan keluarga Colón. Klaim yang diajukan menuduh adanya kelalaian medis karena pertandingan disebut tetap berlanjut ketika Colón telah melaporkan gejala yang mengkhawatirkan.
DiBella Entertainment dan Headbanger’s Promotions, yang sebelumnya juga tercantum sebagai tergugat, telah dibebaskan dari perkara. Pengadilan menilai kedua promotor itu tidak bertanggung jawab atas keputusan medis yang dibuat dokter ring maupun wasit.
| Pihak | Status Perkara | Pertimbangan Utama |
|---|---|---|
| Dr. Richard Ashby | Tergugat tersisa | Klaim kelalaian medis tetap diarahkan kepadanya |
| DiBella Entertainment | Dibebaskan | Tidak bertanggung jawab atas keputusan medis dokter ring atau wasit |
| Headbanger’s Promotions | Dibebaskan | Tidak bertanggung jawab atas keputusan medis dokter ring atau wasit |
Penyempitan pihak tergugat membuat persidangan berpusat pada tindakan yang semestinya dilakukan petugas medis di sisi ring. Keluarga Colón mengaitkan dugaan keterlambatan penanganan dengan kondisi darurat yang terjadi seusai pertandingan.
Keluhan di Ring Berujung Operasi Darurat
Perkara berawal dari pertarungan Colón melawan Terrel Williams pada 2015. Dalam laga itu, keluarga menyatakan Colón menerima pukulan berulang serta sempat mengeluhkan sakit di bagian belakang kepala dan pusing.
Keluhan tersebut menjadi bagian penting dalam gugatan karena dinilai seharusnya mendapat perhatian dari petugas medis dan pengawas pertandingan. Namun laga dilaporkan terus berlangsung hingga Colón mengalami kondisi darurat setelah pertarungan berakhir.
Colón kemudian pingsan di ruang ganti dan dibawa ke rumah sakit. Pemeriksaan menemukan hematoma subdural berukuran besar, yang membuat tim dokter melakukan operasi otak darurat untuk menyelamatkan nyawanya.
Hematoma subdural menjadi pokok sengketa karena keluarga menganggap kondisi itu berkaitan dengan lambatnya respons medis di arena. Tuntutan ganti rugi diajukan untuk mempertanggungjawabkan biaya perawatan yang disebut sangat ekstensif dan dibutuhkan dalam jangka panjang.
Proses Hukum Tidak Menetapkan Kelalaian
Perjalanan gugatan sempat tersendat oleh persoalan prosedural ketika perkara dipindahkan ke pengadilan federal. Pada 2018, perkara itu dikembalikan ke Pengadilan Tinggi DC karena persyaratan pemindahan ke pengadilan federal dinilai tidak terpenuhi.
Keputusan tersebut tidak menentukan pihak yang terbukti lalai dalam insiden yang dialami Colón. Putusan itu hanya menyangkut forum pengadilan yang berwenang memeriksa perkara tersebut.
Regulator Virginia juga pernah menjalankan investigasi independen atas kejadian dalam pertandingan itu. Investigasi tersebut tidak menemukan pelanggaran terhadap aturan resmi oleh tim dokter maupun pihak promotor.
Temuan regulator berbeda dengan tuduhan yang diajukan keluarga, tetapi tidak otomatis menghentikan gugatan perdata. Perkara tetap dapat menguji dugaan kelalaian berdasarkan standar pembuktian dalam proses hukum perdata.
Belum adanya putusan publik maupun perdamaian bernilai lebih dari US$50 juta membuat perkara ini tetap terbuka dalam catatan publik. Kasus Prichard Colón turut menegaskan pentingnya respons medis cepat ketika petinju menunjukkan gejala serius di atas ring.






