Gravitasi Rendah Phobos Jadi Ujian MMX dalam Membawa Pulang Sampel ke Bumi

Gravitasi Phobos yang sangat rendah menjadi ujian utama bagi wahana MMX saat berupaya mendarat dan mengambil material dari bulan Mars tersebut. Kesalahan saat menyentuh permukaan dapat membuat wahana jatuh atau terpental, sehingga sistem pendaratan harus bekerja sangat presisi.

Jepang melalui JAXA menargetkan pengambilan sedikitnya 10 gram material permukaan Phobos. Sampel itu nantinya akan dibawa pulang ke Bumi dengan kapsul yang direncanakan mendarat di Australia sekitar 2031.

Pendaratan yang Tidak Boleh Terpental

Berbeda dengan pendaratan di benda langit yang memiliki gravitasi lebih kuat, wahana di Phobos harus tetap stabil setelah menyentuh tanah. Kondisi ini membuat kaki pendarat menjadi komponen penting dalam keberhasilan misi.

Insinyur Mitsubishi Electric, Akinari Uehara, menjelaskan kaki wahana perlu meredam benturan saat mendarat. “Kami harus mencegah (wahana) terjatuh, dengan membuat kakinya meredam benturan saat mendarat,” kata Uehara, seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP.

Apabila tahap pendaratan berhasil, penjelajah IDEFIX akan menjalankan pengamatan di permukaan Phobos. Nama IDEFIX berasal dari nama Prancis anjing milik tokoh komik Asterix.

Misi Martian Moons eXploration atau MMX juga akan melakukan pengamatan terhadap Deimos. Namun, wahana tidak direncanakan mendarat di bulan Mars kedua itu.

Rute Misi hingga Kepulangan Sampel

TahapanRincian rencana
Lokasi peluncuranTanegashima Space Center
Waktu peluncuranDalam beberapa bulan ke depan
Operasi utamaMengorbit Mars sekitar tiga tahun
Target akhirKapsul sampel mendarat di Australia sekitar 2031

MMX dijadwalkan berangkat dari Tanegashima Space Center dalam beberapa bulan ke depan. Setelah tiba di lingkungan Mars, wahana akan mengorbit planet itu sekitar tiga tahun sebelum mencoba operasi di Phobos.

Target 10 gram mungkin terlihat kecil, tetapi material tersebut dapat membawa informasi besar mengenai sejarah kawasan Mars. JAXA berharap analisis sampel mampu menjawab perdebatan tentang asal-usul Phobos dan Deimos.

Satu teori menyatakan kedua bulan Mars terbentuk dari puing tumbukan besar yang terjadi di Mars. Teori lain menyebut Phobos dan Deimos merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi Mars.

Jejak Material dari Tata Surya Awal

Penentuan asal dua bulan Mars dapat memperluas pemahaman tentang pembentukan planet kebumian, termasuk Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Kajian itu juga terkait dengan sejarah perpindahan air, senyawa mudah menguap, dan material organik di Tata Surya awal.

Patrick Michel, astrofisikawan Prancis yang menggarap IDEFIX, menilai MMX dapat membantu menjelaskan pengangkutan material dari Tata Surya luar ke wilayah planet berbatu bagian dalam. Mekanisme tersebut dipandang mungkin berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang layak huni.

“Jika Phobos dan Deimos memang sisa dari sistem pengantaran awal itu, keduanya mungkin menyimpan petunjuk tentang asal-usul kehidupan itu sendiri,” ujar Michel. Pernyataan itu menempatkan Phobos bukan sekadar sasaran pengambilan batuan, melainkan arsip kemungkinan perpindahan bahan penting bagi kehidupan.

JAXA menjalankan misi ini bersama CNES, DLR, NASA, ESA, berbagai universitas, dan perusahaan teknologi. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan wahana, penjelajah, serta rangkaian pengembalian sampel ke Bumi.

Jepang sebelumnya berhasil membawa pulang 5,4 gram batuan dan debu asteroid melalui Hayabusa-2 pada 2020. Pengalaman lain datang dari pendarat SLIM yang terguling di Bulan pada 2024, tetapi masih mengirim data dan bertahan melewati beberapa malam bulan.

MMX juga berlangsung saat negara lain mengejar pengembalian sampel dari Mars. Perseverance NASA telah mengumpulkan sampel sejak 2021, sementara China menjadwalkan Tianwen-3 meluncur sekitar 2028 dengan target membawa sampel Mars kembali sekitar 2031.

Selain riset ilmiah, JAXA mempertimbangkan Phobos sebagai kemungkinan stasiun luar angkasa alami pada masa depan. Kemampuan melakukan perjalanan pulang-pergi ke Mars dinilai penting untuk membangun dasar eksplorasi berawak.

Baca Juga