
Ganjil Genap Jakarta Dihentikan Saat Libur Lebaran 2026
koranindonesia.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengumumkan kebijakan penting menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kepolisian meniadakan aturan ganjil genap di Jakarta selama periode libur Lebaran.
Asep menyampaikan keputusan tersebut saat meninjau Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 18 hingga 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah menyesuaikan kebijakan lalu lintas dengan periode libur nasional. Karena itu, kendaraan dengan pelat nomor ganjil maupun genap dapat melintas bebas selama periode tersebut.
Kebijakan ini bertujuan mendukung kelancaran perjalanan masyarakat yang akan mudik maupun kembali ke Jakarta.
“Baca Juga: Jari Netanyahu di Video Viral Picu Dugaan Deepfake AI“
Selain menghapus aturan ganjil genap, kepolisian juga menyiapkan berbagai langkah pengamanan. Aparat membangun 95 pos pengamanan di berbagai titik strategis Jakarta dan sekitarnya.
Rinciannya meliputi 68 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, kepolisian juga menyiapkan sembilan pos pantau arus mudik.
Petugas menempatkan pos pantau tersebut di sepanjang ruas Tol Jakarta–Cikampek. Penempatan ini bertujuan memantau pergerakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik.
Dengan langkah ini, polisi dapat merespons situasi lalu lintas secara cepat.
Selanjutnya, kepolisian memfokuskan pengamanan pada berbagai lokasi penting. Aparat menjaga 83 titik sentra ekonomi yang biasanya ramai menjelang Lebaran.
Selain itu, polisi juga mengamankan 11 simpul transportasi utama. Lokasi tersebut meliputi empat terminal, empat stasiun, dua bandara, dan satu pelabuhan.
Kehadiran aparat bertujuan menjaga keamanan sekaligus mengatur kelancaran mobilitas masyarakat.
Polisi juga memperketat pengamanan pada sejumlah objek vital. Aparat menjaga 471 kantor perbankan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Selain itu, petugas mengawasi 164 kantor Pegadaian. Polisi juga mengamankan 621 objek vital lainnya.
Objek tersebut meliputi SPBU, fasilitas PLN, serta depo Pertamina. Pengamanan ini bertujuan menjaga stabilitas layanan publik selama libur Lebaran.
Kepolisian juga menyiapkan pengamanan khusus untuk kegiatan keagamaan. Aparat mengawasi 13 lokasi perayaan malam takbiran.
Selain itu, polisi mengamankan 133 lokasi pelaksanaan salat Id dan pembagian zakat.
Petugas juga memantau 37 lokasi ziarah yang biasanya ramai saat Lebaran. Pengawasan ini bertujuan mencegah kemacetan serta menjaga ketertiban masyarakat.
Polisi juga menaruh perhatian pada lokasi wisata. Aparat memantau 68 titik wisata yang berpotensi ramai selama libur Lebaran.
Beberapa lokasi wisata utama termasuk Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah.
Selain itu, polisi juga memantau kawasan wisata di Bekasi, Depok, dan Kepulauan Seribu.
Pengawasan ini membantu menjaga keamanan sekaligus mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi wisata.
Untuk mendukung operasi pengamanan, aparat mengerahkan ribuan personel gabungan. Total 6.802 personel ikut terlibat dalam operasi tersebut.
Polri mengerahkan 5.092 personel sebagai kekuatan utama pengamanan. Selain itu, TNI dari Kodam Jaya dan jajaran Kodim mengirim 416 personel.
Pemerintah daerah dan instansi terkait mengirim 1.088 personel tambahan. Sementara itu, unsur masyarakat menyumbang 216 personel.
Kerja sama ini memperkuat pengamanan selama periode mudik dan libur Lebaran.
Selain pengamanan, kepolisian juga menyiapkan dukungan layanan kesehatan. Aparat menyediakan 57 unit ambulans untuk membantu masyarakat.
Petugas juga menyiapkan 84 rumah sakit rujukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Di sisi lain, polisi juga mengantisipasi potensi banjir. Sebanyak 523 personel siaga untuk menangani banjir di berbagai titik rawan.
Selain itu, petugas menyiapkan 148 unit mobil pemadam kebakaran untuk menghadapi potensi kebakaran.
Kapolda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Ia meminta pengendara memanfaatkan rest area jika merasa lelah.
Selain itu, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian jika membutuhkan bantuan.
Asep menegaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi call center 110 untuk mendapatkan bantuan cepat dari pihak kepolisian.
“Baca Juga: Efek Samping Vaksin Campak pada Balita, Ini Faktanya“