Alberto Aquilani dan Alessandro Diamanti akan memulai tugas resmi mereka dalam situasi yang langsung menuntut hasil. Sassuolo menghadapi Cesena pada babak 64 besar Coppa Italia 2026/2027, pertandingan gugur yang menentukan satu tim untuk melaju.
Duel Sassuolo vs Cesena berlangsung di Mapei Stadium, Reggio Emilia, pada Senin, 17 Agustus 2026. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 18.30 waktu setempat.
Bagi Aquilani, laga ini menjadi penampilan resmi perdana sebagai pelatih kepala Sassuolo. Ia menggantikan Fabio Grosso yang melanjutkan kariernya ke Fiorentina.
Diamanti juga memasuki pertandingan dengan status pelatih baru Cesena. Mantan pemain Italia itu mengambil alih posisi yang sebelumnya ditempati Ashley Cole.
Tekanan Langsung pada Era Baru
Coppa Italia tidak menyediakan ruang bagi kedua tim untuk sekadar mengamankan hasil tanpa pemenang. Tim yang menang akan mendapatkan tempat di babak 32 besar, yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.
Kondisi tersebut membuat keputusan Aquilani dan Diamanti dalam menentukan susunan pemain menjadi sangat penting. Keduanya harus segera menemukan keseimbangan tim meski baru memulai era kepelatihan masing-masing.
Sassuolo diproyeksikan memakai formasi 4-3-3 dalam laga di kandang sendiri. Arijanet Muric diperkirakan mengawal gawang, dengan Filippo Missori, Cas Odenthal, Jay Idzes, dan Josh Doig di lini belakang.
Untuk lini depan, Cristian Volpato, Andrea Pinamonti, dan Armand Lauriente berpeluang menjadi pilihan utama Neroverdi. Namun, komposisi akhir tetap menjadi keputusan penting Aquilani menjelang laga debutnya.
Cesena juga diperkirakan mengusung skema 4-3-3 di bawah arahan Diamanti. Cristian Fiori, Cristian Shpendi, dan van Hooijdonk Druiventak disebut sebagai opsi di lini serang.
Modal Kedua Tim Belum Meyakinkan
Sassuolo datang setelah melewati dua laga uji coba pramusim terakhir dengan hasil negatif. Neroverdi kalah 1-4 dari Celta Vigo, kemudian takluk 2-3 ketika berhadapan dengan FC Augsburg.
Cesena juga tidak membawa hasil positif dari laga domestik terakhirnya. Mereka kalah 3-4 saat menjamu Padova.
Selain hasil pramusim, Sassuolo masih dibayangi ketidakpastian terkait rumor transfer Kristian Thorstvedt dan Andrea Pinamonti. Kondisi Jay Idzes juga disebut belum sepenuhnya pulih, sehingga peluang tampil penuhnya dapat berubah.
Meski demikian, Sassuolo memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri di Mapei Stadium. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan awal bagi Aquilani untuk membentuk kepercayaan setelah pergantian pelatih.
Rekam Jejak dan Posisi Musim Lalu
Kedua tim sama-sama menutup kompetisi domestik musim lalu di peringkat ke-11. Perbedaannya, Sassuolo mencatatkan pencapaian tersebut di Serie A, sedangkan Cesena berada di Serie B.
| Tim | Kompetisi Musim Lalu | Posisi | Poin |
|---|---|---|---|
| Sassuolo | Serie A | 11 | 49 dari 38 laga |
| Cesena | Serie B | 11 | 46 dari 38 laga |
Sassuolo mengakhiri musim Serie A dengan 49 poin dari 38 pertandingan. Cesena mengumpulkan 46 poin dari jumlah laga yang sama di Serie B.
Neroverdi juga memegang catatan positif dari pertemuan terakhir kedua tim di Stadion Orogel-Dino Manuzzi. Sassuolo menang 2-0 atas Cesena dalam laga tersebut.
Namun, pertemuan kali ini membawa situasi yang berbeda karena kedua kubu memulai perjalanan bersama pelatih baru. Hasil di Reggio Emilia akan menjadi penanda awal bagi Aquilani dan Diamanti dalam mengarungi musim 2026/2027.






