Arsenal menutup babak pertama Community Shield 2026 dengan keunggulan 2-0 atas Manchester City di Stadion Millenium, Cardiff, Minggu (16/8/2026). Riccardo Calafiori membuka skor ketika pertandingan belum berjalan satu menit dan menempatkan City dalam tekanan sejak awal.
Gol kilat itu berawal dari umpan terobosan Myles Lewis-Skelly yang diterima Calafiori di area berbahaya. Bek Italia tersebut menuntaskan peluang melalui tembakan mendatar yang tidak dapat dihentikan Gianluigi Donnarumma.
City Gagal Memanfaatkan Sejumlah Peluang
Manchester City sempat berupaya merespons ketertinggalan setelah pertandingan memasuki sekitar 20 menit. Elliot Anderson mengirim umpan terobosan dari sisi kanan, tetapi sundulan Erling Haaland tidak mengarah ke sasaran.
Phil Foden juga mengancam lewat tembakan melengkung yang mengarah ke gawang Arsenal. David Raya berhasil menepis upaya tersebut dan menjaga keunggulan timnya.
Haaland kembali memperoleh peluang menjelang berakhirnya paruh pertama pertandingan. Raya menggagalkan sontekan jarak dekat penyerang City itu, sementara Ben White kemudian memblok tembakan Jeremy Doku.
Peluang Doku tercipta setelah ia menerima umpan tarik dari Antoine Semenyo. Kombinasi penyelamatan Raya dan disiplin lini belakang Arsenal membuat City belum mampu memangkas selisih skor sebelum jeda.
Dua Gol Arsenal dalam Babak Pertama
| Pencetak Gol | Menit | Proses Gol |
|---|---|---|
| Riccardo Calafiori | Kurang dari 1 menit | Menyelesaikan umpan terobosan Myles Lewis-Skelly |
| Kai Havertz | 28 | Menyambar sundulan Christos Tzolis dari serangan sisi kanan |
Arsenal tidak hanya mengandalkan gol cepat Calafiori untuk menguasai keadaan. Pada menit ke-28, Kai Havertz menggandakan keunggulan dan membawa The Gunners memimpin dua gol tanpa balas.
Gol Havertz lahir dari serangan Arsenal di sisi kanan lapangan. Umpan silang diteruskan Christos Tzolis dengan sundulan, sebelum Havertz menyambar bola melalui tandukan di depan gawang Donnarumma.
Keterlibatan Tzolis dalam gol kedua memperlihatkan kontribusi langsung pemain baru Arsenal pada pertandingan ini. Arsenal juga menurunkan Bruno Guimaraes dalam susunan awal, sedangkan City memainkan Elliot Anderson sejak menit pertama.
Anderson ikut mengambil peran dalam upaya City membangun serangan melalui umpan kepada Haaland. Namun, kesempatan yang diperoleh timnya belum cukup untuk menembus pertahanan Arsenal sepanjang babak pertama.
Debut Maresca dan Ambisi Arteta
Pertandingan di Cardiff ini menjadi debut Enzo Maresca sebagai pelatih Manchester City setelah menggantikan Pep Guardiola. Di sisi lain, Mikel Arteta memandang persaingan antarpelatih di Liga Inggris sebagai tantangan yang menuntut setiap tim terus berkembang.
“Yah, ada rivalitas dengan beberapa manajer, termasuk Maresca, serta sejumlah manajer baru luar biasa yang mulai masuk ke liga ini,” kata Arteta. Ia menilai kualitas para pelatih di liga tersebut akan membuat persiapan setiap pertandingan menjadi lebih berat.
“Kami tahu liga ini dipenuhi oleh manajer-manajer hebat. Menyiapkan pertandingan melawan mereka setiap minggunya merupakan tantangan besar,” ujar Arteta.
Menurut Arteta, tantangan itu dapat meningkatkan level tim maupun kemampuannya sebagai pelatih. Arsenal, kata dia, tidak ingin hanya mempertahankan pencapaian yang sudah diraih dalam empat atau lima tahun terakhir.
“Anda menyebutnya stabilitas, tetapi saya tidak ingin sekadar stabil; saya ingin menjadi lebih baik dan lebih ambisius. Itulah yang kami inginkan,” ujar Arteta. Keunggulan 2-0 hingga jeda menjadi modal kuat Arsenal dalam laga perebutan trofi tersebut.






