
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa RI hingga 18 Juli
koranindonesia.id – BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa wilayah Indonesia: Dwikorita menyebut bahwa hujan deras telah menyebabkan bencana di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir.
Pada 9 Juli, hujan lebih dari 50 mm terjadi di Nabire dan Kalimantan Barat.
Sementara itu, hujan sangat lebat turun di Papua Barat, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 8 Juli.
Kondisi ini mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan pada infrastruktur penting.
“Baca Juga: Kolaborasi Museum Budaya: Fadli Zon dan China Sepakat“
BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih tinggi pada periode 12–18 Juli 2025.
Wilayah siaga meliputi Aceh, Sumatera Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Status siaga telah dikeluarkan untuk wilayah dengan risiko tinggi hujan deras dan angin kencang.
BMKG mencatat bahwa angin kencang berpotensi terjadi dari barat hingga timur Indonesia.
Wilayah terdampak termasuk Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTT, dan Maluku.
Di lautan, kecepatan angin melebihi 25 knot dapat memicu gelombang tinggi dan berbahaya.
Gelombang tinggi diprediksi terjadi di Perairan Utara Aceh, Laut Cina Selatan, dan Laut Natuna Utara.
Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Seram, dan Laut Arafuru juga masuk daftar wilayah waspada.
Selain itu, BMKG mewaspadai gelombang tinggi di Samudera Pasifik utara Maluku Utara dan Samudera Hindia barat daya Banten.
Samudera Hindia selatan Jawa hingga selatan NTT juga berpotensi dilanda gelombang tinggi.
Dwikorita mengimbau warga untuk menjauhi area terbuka saat terjadi petir dan hujan deras.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlindung di bawah pohon atau bangunan tua saat angin kencang.
“Masyarakat harus tetap waspada meski kalender menunjukkan musim kemarau,” tegasnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca panas masih bisa terjadi meskipun hujan sedang aktif.
Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan tetap mengikuti informasi cuaca dari BMKG secara berkala.
Cuaca bisa berubah cepat dan membawa dampak besar jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Baca Juga: Kematian Diplomatik Muda Arya Daru: DPR Desak Usut Tuntas“