
Banjir Bali Tewaskan 14 Orang, Puan Desak Aksi Cepat Pemerintah
koranindonesia.id – Banjir Bali Tewaskan 14 Orang: Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir besar di Bali.
Ia menegaskan, banjir ini merenggut nyawa warga, merusak rumah, serta melumpuhkan perdagangan dan pariwisata Bali.
Menurutnya, bencana ini bukan hanya peristiwa alam biasa, melainkan ujian nyata kapasitas negara dalam melindungi rakyat.
“Baca Juga: Charlie Kirk Tewas Ditembak Saat Pidato di Universitas Utah“
Puan meminta Pemerintah Pusat dan Daerah segera memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Ia menyebut kebutuhan darurat seperti makanan siap saji, air bersih, obat, pakaian, serta kebutuhan bayi dan lansia.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyediaan tempat pengungsian yang aman dengan sanitasi layak dan fasilitas kesehatan darurat.
Anak-anak yang sekolahnya terdampak juga harus mendapat akses pendidikan sementara agar tidak kehilangan hak belajar.
Puan menegaskan perlunya pendataan yang jelas mengenai korban jiwa, kerugian, serta jumlah pengungsi.
Menurutnya, data akurat membantu memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Ia meminta pemerintah menunjukkan langkah nyata agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan yang tidak kunjung datang.
Puan menyebut pemulihan infrastruktur vital harus segera dilakukan setelah banjir surut.
Jalan utama, jembatan, drainase, hingga pasar rakyat yang lumpuh harus kembali berfungsi secepat mungkin.
Menurutnya, langkah ini akan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal.
Selain penanganan darurat, Puan menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana jangka panjang.
Ia menyarankan audit tata ruang, penataan daerah aliran sungai, reboisasi kawasan hulu, dan pembangunan drainase perkotaan.
Menurutnya, langkah ini penting agar banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Puan menyoroti pentingnya komunikasi publik yang jelas dari pemerintah kepada masyarakat.
Ia mengingatkan, informasi yang tidak transparan dapat menimbulkan kebingungan warga terdampak.
Karena itu, pemerintah harus aktif hadir di lapangan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Puan menekankan Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia memerlukan perhatian lebih serius.
Kerugian ekonomi akibat banjir berdampak bukan hanya pada masyarakat lokal, tetapi juga citra Indonesia di dunia.
Ia menegaskan pemulihan harus menyeluruh, tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendukung UMKM, petani, dan pedagang kecil.
Puan menegaskan DPR RI akan mengawal proses pemulihan agar berlangsung cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
Ia menyebut negara harus hadir secara nyata dalam memastikan Bali segera pulih dari bencana besar ini.
BNPB mencatat hingga Kamis (11/9) pukul 11.00 WIB, banjir menewaskan 14 orang.
Dua orang di Denpasar masih dalam pencarian tim gabungan.
BPBD Bali melaporkan banjir melanda 120 titik di tujuh kabupaten dan kota.
Denpasar mengalami banjir terbanyak, yaitu 81 titik, disusul Gianyar 14 titik, dan Badung 12 titik.
Tabanan melaporkan delapan titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing empat titik, serta Klungkung satu titik.
Sebanyak 562 warga mengungsi, terdiri dari 327 warga Jembrana dan 235 warga Denpasar.
“Baca Juga: Krisis Nepal: 31 Orang Tewas, Pemerintah Sementara Dibahas“