Arsip kerja sebuah maskapai yang telah berhenti beroperasi kini dihargai 10 juta dollar AS, sekitar Rp169 miliar. Google memenangkan lelang aset digital Spirit Airlines karena data aktivitas bisnis nyata dinilai dapat mendukung pengembangan AI.
Yang dibeli bukanlah data pelanggan atau nomor kartu kredit penumpang. Paket transaksi berisi data internal perusahaan dan perangkat lunak khusus yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan maskapai.
Persaingan Harga dalam Lelang
Nilai akhir yang dibayar Google jauh lebih tinggi dibandingkan penawaran awalnya sebesar 5 juta dollar AS. Kenaikan harga terjadi setelah perusahaan AI Mercor masuk dalam persaingan untuk memperoleh arsip bisnis Spirit Airlines.
| Perusahaan | Penawaran yang Tercatat | Status |
|---|---|---|
| 5 juta dollar AS lalu 10 juta dollar AS | Pemenang lelang | |
| Mercor | 5,2 juta dollar AS, alternatif 7,5 juta dollar AS | Peserta lelang |
Mercor sempat menawarkan 5,2 juta dollar AS dan menyatakan bersedia membayar hingga 7 juta dollar AS untuk menerima data mentah serta melakukan anonimisasi sendiri. Perusahaan tersebut juga mengajukan tawaran alternatif sebesar 7,5 juta dollar AS.
Google akhirnya mengerek nilai penawaran menjadi 10 juta dollar AS dan keluar sebagai pemenang. Berdasarkan dokumen pengadilan, penjualan ini masih harus mendapat persetujuan hakim federal.
Sidang untuk mempertimbangkan transaksi dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Persidangan akan digelar di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York.
Ratusan Juta Rekaman Aktivitas Kerja
Spirit Airlines merupakan maskapai Amerika Serikat yang telah bangkrut dan berhenti beroperasi. Aset digitalnya menyimpan rekaman kegiatan perusahaan dalam jumlah besar, termasuk komunikasi pegawai dan perangkat lunak internal.
Menurut laporan tekno.kompas.com, paket yang diperebutkan mencakup sekitar 100 juta email dan 500 juta percakapan Microsoft Teams. Di dalamnya terdapat pula dokumen, spreadsheet, kalender, dan berbagai data operasional perusahaan.
Ruang lingkup data itu mencakup laporan keuangan, operasional pesawat, pendapatan, produktivitas pegawai, audit, dan penanganan penipuan. Arsip tersebut juga memuat informasi mengenai penetapan harga, pemesanan penerbangan, pengembalian dana, serta penjualan Wi-Fi dan produk di pesawat.
Batas Tegas untuk Data Pelanggan
Google menyatakan data yang diperoleh tidak akan diserahkan dalam bentuk mentah. Arsip itu akan menjalani proses de-identifikasi lebih dahulu untuk menghapus informasi yang dapat mengungkap identitas.
Juru bicara Google mengatakan kepada Business Insider bahwa perusahaan membeli data internal dan perangkat lunak khusus Spirit Airlines. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa informasi pelanggan dan kartu kredit tidak masuk dalam pembelian.
Google juga ikut menentukan sekaligus membiayai perusahaan yang akan melakukan anonimisasi. Pengaturan tersebut diperlukan mengingat isi paket mencakup komunikasi internal dan catatan bisnis dalam jumlah sangat besar.
Data Nyata untuk Pengembangan AI
Data dari kegiatan perusahaan dinilai penting karena memperlihatkan cara tugas korporasi dilakukan dalam situasi nyata. Informasi ini berpotensi dipakai untuk melatih atau menguji AI dalam menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia.
Mercor menilai perusahaan menyimpan data puluhan tahun yang menggambarkan pola kerja nyata. Nilai arsip seperti ini meningkat ketika perusahaan teknologi mencari sumber pelatihan di luar data yang tersedia secara terbuka di internet.
Business Insider juga melaporkan bahwa Micro1 menjalankan program pembayaran kepada perusahaan skala menengah untuk memperoleh data operasional yang telah dianonimkan. Kasus Spirit Airlines memperlihatkan bahwa aset digital dari bisnis yang berhenti beroperasi dapat tetap bernilai besar bagi industri AI.






