Aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur belum mereda setelah gempa besar di Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 2.119 kejadian hingga Selasa (18/8), dengan potensi rangkaian ini berlangsung sampai tiga hingga empat pekan.
Besarnya jumlah getaran menunjukkan proses penyesuaian di sekitar sumber gempa masih berjalan. Kondisi ini penting diperhatikan karena puluhan gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5 dan sebagian getarannya dirasakan warga.
Ribuan Getaran dalam Rangkaian Gempa Flores
Data BMKG memperlihatkan bahwa tidak seluruh gempa susulan menimbulkan getaran yang terasa di permukaan. Namun, jumlah kejadian berkekuatan lebih besar serta laporan warga memperlihatkan aktivitas seismik masih menjadi perhatian di wilayah terdampak.
| Kategori Aktivitas | Jumlah Kejadian | Keterangan |
|---|---|---|
| Gempa susulan tercatat | 2.119 | Data hingga Selasa (18/8) |
| Magnitudo di atas 5 | 24 | Bagian dari rangkaian susulan |
| Gempa dirasakan | 70 | Getaran dilaporkan masyarakat |
Dari total tersebut, BMKG mencatat 24 gempa susulan berkekuatan magnitudo di atas 5. Sebanyak 70 kejadian dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat di kawasan terdampak.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan perkiraan sementara menunjukkan aktivitas susulan dapat berakhir dalam beberapa minggu. “Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/8).
Dampak Meluas hingga Empat Provinsi
Rangkaian bencana akibat gempa Flores tidak hanya berkaitan dengan getaran susulan. Observasi stasiun pasang surut mencatat tsunami terjadi di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi.
Wilayah yang terdampak tsunami meliputi NTT, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Gelombang tertinggi terukur di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian mencapai 1,605 meter.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Senin (17/8) mencatat 68 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. BNPB juga melaporkan 213 orang mengalami luka-luka.
Kerusakan bangunan dilaporkan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, dan Maumere. Tingkat kerusakan yang tercatat bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat.
Gempa Dangkal dan Peringatan Tsunami
BMKG menyebut gempa di Flores merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik Flores Back-Arc. Pergerakannya memiliki mekanisme sesar naik atau thrust fault, sehingga dampak getaran di sekitar pusat gempa menjadi perhatian.
Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) pagi. Dua menit setelah gempa utama, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah yang berpotensi terdampak.
Peringatan tersebut mencakup status ancaman siaga dengan potensi gelombang setinggi 0,5 hingga 3 meter, serta status waspada di wilayah lain. Pemantauan terhadap gempa susulan di NTT terus dilakukan untuk melihat perubahan aktivitas seismik setelah gempa utama.






