
Arab Saudi Gagalkan Serangan Drone dan Rudal Iran
koranindonesia.id – Arab Saudi berhasil mencegat serangan udara dari Iran pada Rabu, 18 Maret 2026. Sistem pertahanan udara langsung merespons ancaman tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan menyampaikan informasi resmi kepada publik. Mereka menyebut satu drone hancur saat mendekati Kawasan Diplomatik di Riyadh.
Selain itu, pihak militer terus memantau situasi sepanjang malam. Mereka memastikan keamanan wilayah tetap terkendali.
“Baca Juga: Rudal Iran Serang Israel Saat Netanyahu Ancam Khamenei“
Sekitar pukul 19.30, sistem pertahanan udara kembali aktif. Militer mendeteksi ancaman rudal balistik yang mengarah ke Riyadh.
Petugas segera mengambil tindakan cepat. Mereka berhasil menghadang ancaman sebelum mencapai target.
Sebelumnya, satu rudal balistik mengarah ke Al-Kharj. Sistem pertahanan berhasil menghancurkan rudal tersebut di udara.
Namun, puing-puing jatuh di dekat Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Meski begitu, pihak militer memastikan tidak ada kerusakan.
Iran meluncurkan dua rudal tambahan ke Provinsi Timur. Sistem pertahanan kembali menunjukkan respons cepat.
Militer berhasil menghancurkan kedua rudal tersebut pada malam hari. Dengan demikian, potensi kerusakan berhasil dicegah.
Selain itu, kementerian juga melaporkan serangan drone. Sebanyak sembilan drone mencoba menargetkan wilayah yang sama.
Serangan ini menunjukkan pola yang terkoordinasi. Oleh karena itu, militer meningkatkan kewaspadaan di berbagai wilayah.
Uni Emirat Arab juga menghadapi serangan dari Iran pada hari yang sama. Kementerian Pertahanan UEA memberikan laporan resmi.
Mereka menyatakan telah menghancurkan 13 rudal balistik. Selain itu, mereka juga menjatuhkan 27 drone.
Warga Dubai sempat mendengar ledakan keras pada pagi hari. Suara tersebut berasal dari sistem pertahanan udara.
Namun, serangan ini tetap menimbulkan korban. UEA melaporkan enam korban sipil sejak konflik dimulai.
Salah satu korban bernama Alaa Mushtaha. Ia merupakan warga Palestina yang tinggal di Abu Dhabi.
Sebuah rudal jatuh di mobil yang ia gunakan. Insiden tersebut menyebabkan ia meninggal dunia.
Keluarga menggelar pemakaman pada Selasa malam. Media lokal turut melaporkan peristiwa tersebut.
Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah menyampaikan belasungkawa. Ia juga mengecam serangan yang menargetkan warga sipil.
Ia menilai serangan tersebut tidak dapat dibenarkan. Dia menyoroti dampaknya terhadap infrastruktur penting dan permukiman.
Selain Arab Saudi dan UEA, negara lain juga siaga. Qatar dan Kuwait melaporkan pencegatan drone pada hari yang sama.
Langkah ini menunjukkan peningkatan ketegangan di kawasan Teluk. Negara-negara tersebut terus memperkuat sistem pertahanan.
Dengan situasi ini, kawasan menghadapi risiko konflik yang lebih luas. Oleh karena itu, semua pihak meningkatkan kesiapan keamanan.
“Baca Juga: Hidup Bersih Bantu Jaga Kesehatan Mental dan Tubuh“