Jalur di kilometer 49 Kecamatan Trium, Manggarai Barat, kembali dapat dilalui truk pengangkut bahan bakar minyak setelah material longsor dibersihkan. Pembukaan akses ini menjadi bagian penting dari penanganan dampak Gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7.
Pemulihan transportasi berlangsung bersamaan dengan penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak, termasuk masyarakat di Pulau Palue. Wilayah kepulauan tersebut memerlukan pengiriman melalui laut karena keterbatasan akses darat.
Jalur strategis kembali dilalui
BNPB bekerja bersama Kementerian PU untuk membersihkan longsor yang sebelumnya menghambat pergerakan kendaraan dan distribusi kebutuhan penting. Sejumlah titik jalan lain yang terdampak dilaporkan hampir selesai dibersihkan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan ruas jalan di Kecamatan Trium sempat terputus akibat longsor. “Sore ini, ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Trium sudah dapat dilalui oleh truk pengangkut BBM,” katanya pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Pemerintah menargetkan seluruh titik jalur yang sebelumnya belum bisa dilewati dapat kembali dibuka paling lambat pada keesokan hari. Kelancaran jalan diperlukan untuk menjaga distribusi logistik, bahan bakar, dan kebutuhan layanan darurat.
Listrik mulai kembali menyala
Di sejumlah wilayah, PLN telah memulihkan aliran listrik yang pada hari pertama pascagempa sempat mengalami pemadaman total. Penyalaan jaringan diharapkan membantu kebutuhan dasar warga serta mendukung pelaksanaan penanganan darurat.
Menurut Abdul Muhari, beberapa titik dan wilayah yang sebelumnya mengalami blackout sudah kembali menyala. BNPB tetap membuka pengaduan bagi permukiman yang masih menghadapi gangguan pasokan listrik.
Warga yang masih mengalami pemadaman dapat menyampaikan laporan melalui call center BNPB 117. Laporan tersebut akan dikoordinasikan dengan PLN untuk mendukung pemulihan di lokasi yang masih terdampak.
Bantuan menjangkau wilayah kepulauan
Logistik dari gudang BNPB di Flores Timur telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Penyalurannya menggunakan jalur darat, laut, dan udara menyesuaikan kondisi akses pada setiap wilayah terdampak.
Pengiriman ke Pulau Palue menjadi perhatian tersendiri karena bantuan tidak dapat sepenuhnya diandalkan melalui jalur darat. Transportasi laut digunakan agar kebutuhan warga di pulau itu tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
| Jenis Bantuan | Jumlah | Jenis Bantuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Tenda pengungsi | 5 unit | Tenda keluarga ukuran 4×4 meter | 146 unit |
| Kasur lipat | 200 unit | Tikar | 400 unit |
| Selimut | 400 unit | Paket sembako | 300 paket |
| Paket kids ware | 100 paket | Hygiene kit | 100 paket |
| Genset | 10 unit | Water tank | 5 unit |
| Baterai light tower | 3 unit | Charger light tower | 2 unit |
Bantuan tersebut mencakup perlengkapan hunian sementara, kebutuhan tidur, bahan pangan, sarana penerangan, dan dukungan air bersih. Seluruh kebutuhan itu disiapkan untuk membantu pengungsi menjalani masa darurat pascagempa.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 16 Agustus 2026. Penanganan awal diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pemulihan akses jalan, serta perbaikan jaringan listrik.
Posko dikerahkan untuk koordinasi
BNPB mengaktifkan posko bencana untuk menyelaraskan penanganan pengungsian serta pencarian dan pertolongan warga. Posko digunakan untuk mempercepat pendataan kebutuhan, koordinasi layanan, dan penyaluran bantuan di daerah terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya posko yang aktif di wilayah terdampak. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar pendataan, pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi berjalan terkoordinasi, terpadu, dan efektif.






