Tampilan dapur mewah keluarga Kardashian-Jenner justru bertumpu pada prinsip yang sederhana, yaitu setiap bahan makanan memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Wadah seragam, rak bersih, dan pengelompokan kategori membuat ruang penyimpanan terlihat tertata tanpa dipenuhi dekorasi.
Pendekatan tersebut juga menempatkan fungsi sebagai prioritas, karena penghuni dapat melihat stok dan menemukan kebutuhan memasak dengan lebih cepat. Liputan6 yang mengutip People melaporkan bahwa kontainer bening dan stoples kaca menjadi elemen yang berulang di sejumlah dapur keluarga ini.
| Tokoh | Fokus Penataan | Elemen Utama |
|---|---|---|
| Kris Jenner | Bahan segar dan makanan penutup | Buah, sayuran hijau, freezer es krim |
| Kim Kardashian | Minimalis dan seragam | Wadah kayu dan kaca |
| Kourtney Kardashian | Pantry bahan kering | Stoples kaca |
| Khloé Kardashian | Pengaturan stok terperinci | Wadah bening, dispenser, label |
| Kylie Jenner | Kebutuhan dapur kantor | Kulkas minuman dan mesin penjual sampanye |
Keteraturan Menjadi Unsur Utama
Sistem penyimpanan seragam mengurangi kesan penuh yang biasanya muncul dari kemasan makanan dengan warna dan bentuk berbeda. Pada Dapur Kardashian-Jenner, keteraturan visual hadir melalui penempatan bahan berdasarkan jenis penggunaannya, mulai dari bahan segar hingga camilan.
Cara ini tidak bergantung pada luas ruangan atau perlengkapan yang rumit. Konsistensi dalam memisahkan pasta, bumbu, makanan ringan, serta bahan segar menjadi dasar agar dapur lebih mudah digunakan setiap hari.
1. Kris Jenner Memusatkan Perhatian pada Bahan Segar
Kris Jenner menjadikan lemari pendingin sebagai area utama untuk sayuran hijau, buah-buahan, dan berbagai bahan memasak. Penataan tersebut membuat bahan segar mudah dijangkau ketika diperlukan untuk menyiapkan makanan.
Freezer di dapurnya tetap menyediakan es krim dan hidangan penutup. Susunan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan stok yang rapi tetap dapat mengakomodasi kebutuhan makan keluarga yang beragam.
2. Kim Kardashian Memilih Keselarasan Material
Kim Kardashian menggunakan wadah kayu dan kaca dengan desain yang seragam untuk menjaga tampilan ruang penyimpanan tetap minimalis. Kesamaan material dan bentuk membuat area dapur tampak harmonis meski menyimpan banyak jenis bahan pangan.
Lemari pendinginnya dibagi menurut kelompok bahan, seperti buah, sayuran, dan kebutuhan segar lainnya. Pengaturan ini menyeimbangkan kebersihan visual dengan kemudahan saat bahan akan digunakan.
3. Kourtney Kardashian Menata Bahan Kering dalam Stoples
Kourtney Kardashian memindahkan bahan makanan kering dari kemasan asli ke stoples kaca. Langkah tersebut membuat isi pantry lebih mudah terlihat tanpa penghuni harus membuka banyak bungkus.
Penggunaan Wadah Penyimpanan berbahan kaca juga menghasilkan tampilan yang konsisten pada area pantry. Berbagai kebutuhan memasak dapat tersusun lebih rapi karena ditempatkan dalam wadah khusus.
4. Khloé Kardashian Mengatur Pantry secara Terperinci
Khloé Kardashian mengelompokkan sereal, camilan, pasta, bumbu, dan bahan pangan lain berdasarkan kategori. Wadah bening membuat isi setiap tempat penyimpanan dapat dipantau langsung dari luar.
Label kategori, dispenser, dan stoples kaca melengkapi sistem Penataan Pantry yang diterapkannya. Rincian tersebut membantu bahan lebih cepat ditemukan sekaligus memudahkan pemantauan persediaan rumah tangga.
5. Kylie Jenner Memisahkan Area Minuman di Kantor
Kylie Jenner menyesuaikan dapur kantornya dengan aktivitas kerja melalui kulkas minuman dan mesin penjual sampanye. Penataan itu menunjukkan bahwa fungsi dapur dapat diatur berdasarkan kebutuhan ruang yang spesifik.
Area minuman yang terpisah membantu akses terhadap minuman tanpa mengganggu penyimpanan bahan makanan lain. Prinsip kemudahan penggunaan tetap dipertahankan meski karakter dapurnya berbeda dari dapur rumah.
Kesamaan dari lima gaya tersebut bukanlah jenis dekorasi yang digunakan, melainkan sistem yang menempatkan setiap barang pada kategori tertentu. Kontainer bening, stoples kaca, dan rak yang tertata membuktikan bahwa kesan minimalis dapat dibangun dari kebiasaan menyimpan bahan secara konsisten.
Dengan bahan yang mudah terlihat dan dijangkau, aktivitas memasak dapat berlangsung lebih efisien. Kemewahan visual pada dapur kemudian muncul dari kerapian sistem, bukan dari banyaknya perlengkapan yang dipajang.






