
3 Pegawai KKP Diduga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
koranindonesia.id – 3 pegawai KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) diduga menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Pesawat tersebut melayani rute penerbangan Yogyakarta menuju Bali.
Lokasi dugaan jatuh berada di kawasan Pegunungan Leang-Leang, Sulawesi Selatan.
Petugas menduga korban bernama Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Nauval.
Ketiganya bekerja di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
Mereka bertugas sebagai tim pengawasan udara atau Air Surveillance.
“Baca Juga: Arus Balik Libur Isra Miraj ke Jabodetabek Meningkat“
Dugaan korban menguat setelah warga menemukan sejumlah dokumen.
Warga kemudian menyerahkan temuan tersebut kepada petugas gabungan.
Dokumen tersebut meliputi manifest dan SOP operasional pesawat.
Petugas juga menemukan fotokopi KTP atas nama Yoga.
Nama tersebut sesuai dengan data salah satu penumpang.
Temuan ini memperkuat dugaan identitas korban.
Dandim Pangkep Letkol CZI Bhakti Yuhandika menyampaikan informasi tersebut.
Ia menjelaskan kondisi temuan kepada awak media pada Minggu.
Petugas gabungan lebih dulu menemukan titik jatuh pesawat.
Lokasi tersebut berada di sisi utara Gunung Bulusaraung.
Pencarian bermula dari video viral seorang pendaki.
Pendaki tersebut merekam pecahan badan pesawat di jalur pendakian.
Ia juga menemukan pelat dan lambang Garuda Indonesia.
Temuan tersebut langsung menarik perhatian publik.
Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk verifikasi lapangan.
Mereka menemukan bukti tambahan yang sesuai dengan pesawat hilang kontak.
Selain puing, petugas menemukan dokumen pendukung lainnya.
Dokumen tersebut mencakup manifest penumpang dan SOP penerbangan.
Semua dokumen diduga berasal dari pesawat ATR 42-500.
Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Sejak saat itu, tim gabungan terus melakukan pencarian intensif.
Dugaan korban juga menguat melalui langkah pemerintah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi keluarga korban.
Ia mendatangi rumah Deden Mulyana dan Yoga Nauval.
Kunjungan tersebut bertujuan memberi dukungan moril.
Keluarga korban hingga kini masih menunggu kepastian resmi.
Pemerintah berjanji terus menyampaikan perkembangan terbaru.
“Baca Juga: Banjir Pegangsaan Dua Naik, BPBD Evakuasi Warga“