1.598 Gempa Susulan di NTT Saat HUT RI, Sejumlah Menteri Turun Mengawal Warga

Aktivitas kegempaan di Nusa Tenggara Timur masih tinggi ketika peringatan HUT ke-81 RI berlangsung pada 17 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 1.598 gempa susulan hingga pukul 07.00 pagi, dengan kekuatan terbesar magnitudo 6,2.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pejabat pemerintah pusat berada di NTT untuk memantau penanggulangan bencana. Kehadiran mereka menitikberatkan pada penanganan pengungsi, distribusi bantuan, dan kebutuhan warga terdampak gempa.

Puluhan Gempa Dirasakan Warga

Kepala BMKG Faisal Fathani menyampaikan bahwa gempa susulan terkecil yang tercatat berkekuatan magnitudo 1,3. Dari seluruh aktivitas tersebut, sekitar 54 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Data itu menunjukkan pemantauan seismik masih menjadi bagian penting dalam respons bencana di NTT. BMKG terus mengawasi perkembangan aktivitas gempa setelah gempa utama terjadi di wilayah tersebut.

“Gempa susulan terus kita pantau,” kata Faisal Fathani saat menyampaikan perkembangan aktivitas seismik di NTT. Pemantauan tersebut berjalan bersamaan dengan upaya penanganan warga yang terdampak dan mengungsi.

Penugasan Pejabat Pusat di NTT

Pemerintah menempatkan sejumlah menteri dan wakil menteri di NTT pada momentum peringatan kemerdekaan. Mereka mendapat tugas untuk memonitor jalannya penanggulangan bencana serta memastikan layanan bagi masyarakat tetap berjalan.

Pejabat/InstansiFokus Penugasan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanMemonitor penanggulangan bencana
Menteri Dalam NegeriMemonitor penanggulangan bencana
Menteri Pekerjaan UmumMemonitor penanggulangan bencana
Wakil Menteri KesehatanMemonitor penanggulangan bencana
Wakil Menteri SosialMemonitor penanggulangan bencana

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penugasan pejabat di berbagai daerah merupakan bagian dari pembagian tugas pemerintah. Upacara peringatan kemerdekaan tidak seluruhnya dipusatkan di DKI Jakarta karena pelayanan publik dan koordinasi di wilayah lain tetap diperlukan.

Salah satu penugasan di luar Jakarta adalah Menteri Kelautan yang memimpin upacara peringatan kemerdekaan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara itu, perhatian para pejabat yang berada di NTT diarahkan pada situasi pascagempa.

Penanganan Bencana Berjalan Bersamaan dengan Upacara

Pemerintah berupaya menjaga pelaksanaan agenda kenegaraan tanpa mengabaikan kebutuhan warga di daerah bencana. Pengawasan lapangan difokuskan agar bantuan tersalurkan dan pengungsi memperoleh penanganan yang diperlukan.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak mengurangi kewajiban pemerintah dalam melindungi masyarakat terdampak. “Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin pernah bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta.

Kehadiran unsur pemerintah pusat di NTT mencerminkan upaya menjalankan respons darurat secara bersamaan dengan peringatan nasional. Kondisi gempa susulan yang masih tercatat tinggi membuat pemantauan terhadap warga dan perkembangan seismik tetap diperlukan.

Baca Juga