
Ratusan Panel Surya Sekolah di Pakistan Dicuri
koranindonesia.id – Ratusan Panel Surya Sekolah: Kasus pencurian panel surya di Pakistan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sekolah negeri menjadi sasaran utama para pelaku. Di Provinsi Punjab, banyak dari 10.000 sekolah melaporkan kehilangan panel surya sepanjang tahun ini.
Salah satu laporan audit terbaru mencatat bahwa pencuri mengambil panel surya senilai PKR 6,5 juta atau sekitar Rp358 juta dari 50 sekolah di Distrik Rajanpur selama tahun fiskal 2022–2023.
Otoritas pendidikan setempat gagal melindungi aset tersebut. Akibatnya, rencana penyediaan listrik untuk sekolah di wilayah tanpa jaringan listrik terganggu.
“Baca Juga: Kebakaran Karet Kuningan, 19 Mobil Damkar Tiba Cepat“
Anggota Komite Akun Publik Majelis Punjab, Tanveer Aslam, meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh. Ia juga menuntut laporan terkait upaya pengembalian panel yang hilang.
Sayangnya, hingga kini belum ada hasil nyata meski beberapa laporan polisi sudah masuk. Masalah utama berasal dari ketidakjelasan pembagian tanggung jawab antar lembaga pemerintah.
Sebelumnya, pada tahun 2021, polisi mencatat 18 kasus pencurian panel surya di sekolah Punjab. Barang yang hilang meliputi 190 panel, 116 baterai, dan 98 inverter. Namun, upaya penegakan hukum terhadap pelaku dan pasar gelap masih sangat terbatas.
Seorang pejabat dari departemen tenaga listrik mengungkapkan bahwa sekolah di Punjab Selatan mengalami 174 kasus pencurian terbaru. Ia menyebut minimnya penjaga keamanan sebagai penyebab utama kerentanan ini.
Banyak sekolah tidak memiliki sistem keamanan atau petugas jaga malam. Hal ini membuat panel surya mudah dicuri, bahkan saat siang hari.
Kondisi ini berdampak serius pada proses belajar mengajar. Ribuan siswa kini belajar tanpa pasokan listrik memadai.
Fiza Ashraf, mahasiswi riset, menyatakan bahwa pencurian terjadi di lebih dari 200 sekolah negeri. Ia menekankan bahwa ribuan anak kini kehilangan akses listrik yang seharusnya mendukung pembelajaran.
Muhammad Shahid, kepala sekolah di Punjab, melaporkan kasus pencurian di sekolahnya. Ia mengaku pihak kepolisian telah mengidentifikasi tiga tersangka. Namun, hingga kini belum ada penangkapan.
Shahid juga menyebut bahwa Deputi Kepala Polisi menjanjikan pengembalian sistem panel surya. Tetapi janji itu belum membuahkan hasil konkret.
Kasus pencurian ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga kekerasan terhadap pendidik. Di Provinsi Sindh, kepala sekolah bernama Wazir Hussain Rind diserang pelaku pencurian setelah melapor ke polisi.
Pelaku bahkan merekam kejadian tersebut dan mengancam Rind agar meninggalkan desa dan sekolahnya. Hingga kini, aparat belum melakukan tindakan perlindungan berarti terhadap korban maupun sekolahnya.
Pencurian juga menimpa properti pribadi. Panel surya milik ayah pemain kriket nasional, Kamran dan Umar Akmal, dicuri dari rumahnya.
Menurut sang ayah, panel itu dipasang kemarin dan langsung hilang keesokan harinya. Pihak kepolisian memerintahkan penyelidikan, namun belum ada pelaku yang tertangkap.
Minimnya pengamanan dan lemahnya penegakan hukum membuat pencurian terus berulang. Para pelaku merasa bebas bergerak tanpa khawatir tertangkap.
Warga, kepala sekolah, dan mahasiswa menyerukan tindakan tegas dan perlindungan nyata. Pemerintah harus segera memperjelas tanggung jawab antar lembaga dan memperkuat pengawasan.
“Baca Juga: Rivqy DPR Usul BP BUMN Awasi Rencana Kerja Danantara“