
Kebakaran Karet Kuningan, 19 Mobil Damkar Tiba Cepat
koranindonesia.id – Kebakaran terjadi di kawasan permukiman Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 26 September 2025. Api mulai muncul sekitar pukul 18.04 WIB di Jalan Pendurenan Masjid Raya Nomor 10, RT 005/04. Warga sekitar segera melapor kepada petugas pemadam setelah melihat kobaran api membesar.
“Baca Juga: Sarkozy Divonis 5 Tahun Penjara karena Skandal Dana Libya“
Peristiwa kebakaran berlangsung di lingkungan padat penduduk. Petugas mencatat bahwa api membakar rumah tinggal dan beberapa bangunan rendah di sekitar lokasi. Lingkungan yang padat membuat api cepat merambat ke bangunan lain. Oleh karena itu, petugas segera mengerahkan bantuan tambahan agar api tidak semakin meluas.
Setelah menerima laporan pada pukul 18.04 WIB, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi. Sembilan menit kemudian, mereka tiba dan segera memulai upaya pemadaman. Dengan gerak cepat, petugas berusaha mencegah api merusak lebih banyak rumah warga.
Komando Gulkarmat DKI Jakarta memastikan bahwa tim berkoordinasi secara intensif di lapangan. Mereka juga mengatur strategi agar penyemprotan air terfokus pada titik utama api.
Untuk mengendalikan api, petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam. Sebanyak 66 personel ikut bekerja sama dalam upaya pemadaman. Jumlah armada yang besar menunjukkan keseriusan petugas dalam menangani kebakaran di kawasan padat penduduk ini.
Selain itu, petugas lapangan juga menyiapkan jalur evakuasi agar warga bisa bergerak ke tempat aman. Koordinasi dilakukan dengan cepat karena banyak warga yang panik saat melihat api semakin besar.
Warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka sambil menunggu bantuan petugas. Beberapa warga juga membantu tim pemadam dengan menunjukkan jalur akses menuju titik api. Kondisi jalan yang sempit menjadi kendala, namun armada tetap berhasil mencapai lokasi utama.
Hingga malam hari, petugas terus melakukan upaya pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Pendinginan penting agar api tidak kembali muncul dan merusak bangunan lain.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan padat penduduk. Warga perlu rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan rumah tangga. Selain itu, warga juga disarankan menyiapkan alat pemadam sederhana di rumah masing-masing.
Dengan langkah pencegahan, risiko kebakaran bisa ditekan, sehingga peristiwa serupa tidak mudah terulang.
Pemerintah daerah bersama Gulkarmat berencana melakukan evaluasi pascakebakaran ini. Evaluasi mencakup penyebab kebakaran, kerugian materi, serta langkah antisipasi. Masyarakat berharap evaluasi tersebut bisa meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran di masa depan.
Warga Karet Kuningan kini menunggu informasi resmi mengenai penyebab kebakaran dan total kerugian. Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut.
“Baca Juga: Drone Tempur AI Europa Siap Uji Terbang Tahun 2027“