Gennaro Gattuso memulai tugasnya sebagai pelatih Lazio dengan kekalahan 0-2 dari Mantova di Stadion Olimpico, Roma, Senin (17/8/2026) dini hari WIB. Hasil itu langsung menghentikan perjalanan I Biancocelesti di Coppa Italia pada laga pertama mereka.
Kekalahan tersebut menjadi kontras besar bagi Lazio yang pada edisi sebelumnya mampu menembus final. Kini, tim ibu kota Italia itu justru disingkirkan Mantova, klub Serie B yang menutup musim lalu di posisi kesembilan.
Lazio tidak memiliki agenda kompetisi Eropa pada musim ini. Dengan tersingkirnya mereka dari Coppa Italia, fokus Gattuso dan timnya akan tertuju pada Serie A 2026-2027.
Dua Momen yang Menentukan Laga
| Peristiwa | Pemain | Dampak |
|---|---|---|
| Gol pembuka Mantova | Francesco Ruocco | Mantova unggul 1-0 |
| Gol serangan balik | Ismael Cajazzo | Mantova memastikan kemenangan 2-0 |
Mantova memecah kebuntuan saat pertandingan memasuki 15 menit terakhir. Davide Bragantini mengirim umpan silang dari sisi kanan dengan bagian luar kaki, lalu Francesco Ruocco berhasil menyambarnya setelah melewati pertahanan Lazio.
Lazio kemudian meningkatkan tekanan untuk mengejar gol balasan. Namun, keputusan Christos Mandas maju saat Lazio mendapatkan sepak pojok pada menit-menit akhir justru membuka ruang bagi serangan balik tim tamu.
Ismael Cajazzo memanfaatkan situasi tersebut dengan mengirim bola ke gawang Lazio yang ditinggalkan Mandas. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir, seperti dilaporkan Kompas.com.
Gattuso Mempertahankan Pola 4-3-3
Gattuso memilih formasi 4-3-3 yang sebelumnya lekat dengan Lazio pada era Maurizio Sarri. Ia mengambil pilihan itu ketika sejumlah pemain tidak tersedia untuk pertandingan melawan Mantova.
Mandas berdiri di bawah mistar dengan Adam Marusic, Danilho Doekhi, Oliver Provstgaard, dan Alfonso Pedraza mengisi lini belakang. Nicolo Rovella bermain sebagai gelandang bertahan, didampingi Fisayo Dele-Bashiru serta Kenneth Taylor.
Di lini depan, Boulaye Dia mendapat dukungan Matteo Cancellieri dan kapten Mattia Zaccagni. Lazio langsung mengambil pendekatan agresif dan menciptakan tiga peluang pada menit-menit awal.
Sepakan Dele-Bashiru yang mengenai pemain Mantova sempat membentur tiang gawang. Bola muntah mengarah kepada Dia, tetapi tembakannya masih tepat menuju penjaga gawang Francesco Bardi.
Peluang berikutnya datang dari Cancellieri setelah menerima umpan terobosan Pedraza di kotak penalti. Tembakannya melambung tipis di atas mistar, sementara percobaan jarak jauh Dele-Bashiru juga diamankan Bardi.
Mantova Tidak Hanya Bertahan
Mantova tidak sekadar menunggu tekanan Lazio di Olimpico. Mandas harus melakukan sejumlah penyelamatan untuk menggagalkan peluang Francesco Ruocco, Ettore Gliozzi, dan Rares Ilie.
Lazio kembali lebih banyak menguasai permainan selepas jeda, tetapi kesulitan menemukan peluang bersih. Kesempatan pada menit ke-67 hadir melalui umpan silang Luca Pellegrini yang diteruskan Marusic ke area berbahaya.
Cancellieri berusaha menyambut bola dengan kaki terulur, tetapi gagal mengenainya secara sempurna. Ia kembali memperoleh peluang setelah jeda hidrasi melalui umpan silang Marusic, namun sundulannya melebar dari gawang Mantova.
Kegagalan memaksimalkan peluang itu akhirnya dibayar mahal oleh Lazio. Mantova tampil efektif pada fase akhir pertandingan dan membawa pulang kemenangan yang membuat debut Gattuso berakhir pahit.






