
Iran Peringatkan AS soal Aktivitas Militer di Karibia
koranindonesia.id – Republik Islam Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait peningkatan aktivitas militer Washington di kawasan Karibia dan Amerika Latin. Iran menilai langkah tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu ketegangan baru dan mengganggu stabilitas regional.
Iran juga menilai tindakan AS dapat mempengaruhi perdamaian global dalam jangka panjang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan sikap tegas tersebut dalam konferensi pers di Teheran. Ia meminta pemerintah AS menghormati sepenuhnya kedaulatan nasional Venezuela. Ia juga meminta AS menghindari tindakan yang dapat merusak stabilitas politik negara tersebut.
“Baca Juga: Polisi Telusuri Peran Keluarga dalam Kasus Ledakan SMAN 72“
Baghaei menegaskan bahwa ancaman penggunaan kekuatan terhadap pemerintah Venezuela sangat tidak dapat diterima. Ia mengatakan bahwa Venezuela memiliki pemerintahan yang sah dan terpilih secara konstitusional. Oleh karena itu, ia meminta Washington menghentikan semua bentuk tekanan politik dan militer.
Ia menilai sikap AS bertentangan dengan hukum internasional. Ia juga menilai tindakan AS merugikan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB. Baghaei menekankan bahwa setiap bangsa berhak menentukan masa depannya tanpa campur tangan asing.
Selain itu, Baghaei menyoroti laporan internasional tentang serangan AS terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa berbagai laporan menyebut tindakan itu sebagai pembunuhan sewenang-wenang. Ia juga mengatakan bahwa tindakan tersebut terjadi di luar proses hukum.
Iran menilai tindakan itu memperlihatkan pola penyalahgunaan kekuatan oleh Washington. Karena itu, Baghaei meminta AS menghentikan operasi militer yang merugikan warga sipil. Ia juga menyerukan pengawasan internasional yang lebih kuat terhadap aktivitas militer AS.
Baghaei juga mengecam penggunaan dalih “operasi anti-narkotika” dalam langkah militer AS. Ia mengatakan bahwa alasan tersebut kerap digunakan untuk memasuki wilayah kedaulatan Venezuela. Ia menegaskan bahwa tindakan itu merusak integritas teritorial negara tersebut.
Iran meminta Washington menghentikan praktik yang merugikan stabilitas politik Amerika Latin. Ia menilai bahwa setiap negara berhak mengelola wilayahnya tanpa tekanan militer. Ia juga meminta negara-negara kawasan tetap waspada terhadap provokasi yang dapat meningkatkan ketegangan regional.
Iran juga menyerukan peran aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam isu ini. Baghaei mengatakan bahwa PBB memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian internasional. Ia meminta PBB mencegah tindakan yang berpotensi merusak stabilitas global.
Selain itu, ia meminta Sekretaris Jenderal PBB meningkatkan perhatian terhadap perkembangan situasi di Amerika Latin. Ia menilai bahwa promosi unilateralisme agresif oleh satu negara dapat melemahkan tatanan global. Karena itu, ia meminta PBB bersikap lebih tegas dalam menghadapi tindakan yang mengancam kedaulatan negara lain.
Iran menegaskan komitmennya dalam mendukung Venezuela. Baghaei mengatakan bahwa negaranya menghormati setiap pemerintahan yang terpilih melalui proses demokratis. Ia juga mengatakan bahwa Iran tidak akan mendukung tindakan yang merugikan negara sahabat.
Teheran menilai kerja sama antarnegara penting untuk menjaga stabilitas global. Karena itu, Iran mengajak berbagai negara menghormati hukum internasional. Ia juga mengajak negara lain menolak tindakan sepihak yang merugikan negara berdaulat.
“Baca Juga: DKI Intensifkan Pemangkasan Pohon Besar Jelang Musim Hujan“