
Gempa 5,8 Poso Tewaskan 2 Orang, Puluhan Jemaat Terluka
koranindonesia.id – Gempa 5,8 Poso Tewaskan 2 Orang: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa korban meninggal akibat gempa Poso bertambah satu orang. Data terbaru menunjukkan total korban meninggal kini mencapai dua orang. Sebelumnya, satu korban berada dalam kondisi kritis dan sempat dirawat di RSUD Poso.
Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025). Guncangan ini merusak sejumlah bangunan, termasuk sebuah gereja yang tengah digunakan untuk ibadah pagi.
“Baca Juga: Zelensky Tampil Formal Saat Bertemu Trump di Gedung Putih“
Saat gempa terjadi, para jemaat sedang mengikuti ibadah. Material kayu dan batako dari bangunan gereja yang masih dalam tahap konstruksi menimpa beberapa jemaat.
Suharyanto menyebut jumlah korban luka berat mencapai sembilan orang. Selain itu, terdapat 32 orang yang mengalami luka ringan. Korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis di rumah sakit terdekat.
Pemerintah Kabupaten Poso langsung menetapkan status tanggap darurat pascagempa. Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang, mengeluarkan Surat Keputusan No. 100.3.3.2/0580/2025 tentang status tanggap darurat bencana gempa bumi.
Status tersebut berlaku selama 24 hari, mulai 18 Agustus hingga 31 Agustus 2025. Verna menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah. Dengan status ini, penanganan bencana bisa berjalan lebih terkoordinasi.
Selain menetapkan status tanggap darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah mitigasi. Verna menegaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan masukan BNPB terkait penguatan struktur bangunan.
Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah melapisi tembok dengan kawat anyam. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan bangunan terhadap guncangan gempa.
Verna menekankan bahwa kerusakan parah dan korban jiwa sering terjadi pada bangunan yang tidak sesuai standar tahan gempa. Ia menilai pembangunan rumah harus memperhatikan aspek keselamatan, bukan sekadar fungsi tempat tinggal.
Menurut Verna, masyarakat perlu memahami bahwa rumah yang kuat dapat menyelamatkan nyawa ketika bencana datang. Pemerintah juga akan terus mengedukasi warga agar menerapkan standar bangunan tahan gempa.
Gempa Poso kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Data terbaru menunjukkan dua korban meninggal, sembilan luka berat, dan 32 luka ringan. Pemerintah pusat dan daerah kini bekerja sama dalam penanganan darurat serta mitigasi jangka panjang.
“Baca Juga: Kebakaran Apartemen City Park, 4 Korban Sesak Napas Dilarikan“